Kapolda Jabar, Polisi Tidak Gentar Hadapi Aksi Teror

by -46 views

Kapolda Jabar, Polisi Tidak Gentar Hadapi Aksi Teror

Jatinangorku.com – Kapolda Jabar, Irjen Pol. Suhardi Alius meminta jajarannya untuk menyikapi perkembangan situasi dan gangguan kamtibmas yang belakangan terjadi. Meski secara umum wilayah Jawa Barat masih terbilang aman, namun Suhardi tetap meminta seluruh anggota Polri yang bertugas di wilayah Jawa Barat untuk tetap waspada.

Dijelaskan Suhardi, mencermati perkembangan situasi kamtibmas yang berkembang akhir-akhir ini, pihaknya merasa bersyukur wilayah hukum Polda Jabar secara umum cukup aman dan kondusif. Berbagai kegiatan besar yang berlangsung di Jawa Barat juga berlangsung lancar.

“Kita juga patut bangga, karena berkat kerja keras seluruh jajaran, agenda pengamanan pilkada di beberapa wilayah di Jawa Barat, serta pengamanan pelantikan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bandung yang telah dilaksanakan, secara umum berjalan aman dan lancar,” tutur Suhardi dalam sambutannya di acara serah terima jabatan sejumlah pejabat Polda Jabar di Mapolda Jabar, Jln Soekarno-Hatta Bandung, Selasa (17/9).

Kendati demikian, kata Suhardi, masih banyak agenda rutin pengamanan maupun langkah antisipasi, terkait meningkatnya tren gangguan kamtibmas. Seperti teror terhadap masyarakat dan anggota kepolisian, serta semakin meningkatnya aksi kriminalitas yang dilakukan oleh pelaku tindak pidana. 

“Bahkan di antaranya dilakukan dengan penggunaan kekerasan dan senjata api,” tuturnya.

Dengan adanya gangguan kamtibmas tersebut, Suhardi menilai, hal itu menjadi pekerjaan rumah yang harus menjadi perhatian. Sehingga secara konsisten, Polri diharapkan dapat selalu memberikan jaminan keamanan dan keselamatan kepada masyarakat. Dalam mengantisipasi gangguan kamtibmas itu, ujarnya, diperlukan peningkatan kinerja operasional seluruh jajaran Polri.

“Dalam pelaksanaan tugas, kita tidak pernah mengenal lelah. Seluruh jajaran juga diharapkan tidak ragu dan gentar dalam menghadapi setiap pelaku tindak pidana, anarkisme, dan teror di masyarakat,” ungkapnya seraya menambahkan, optimalisasi deteksi dini dan antisipasi dini terhadap setiap potensi gangguan kamtibmas harus terus ditingkatkan.

Dalam kesempatan itu, Suhardi juga meminta agar masyarakat pendukung pasangan calon tertentu dalam pilkada di Jabar, untuk tidak melakukan tindakan anarkis. Pihaknya akan menindak tegas siapa pun yang berbuat kericuhan dalam pilkada di wilayah Jawa Barat. “Aspirasi apa pun silakan disalurkan secara terhormat,” ujarnya.

Suhardi menyatakan hal itu berhubungan dengan digelarnya pilkada di beberapa daerah seperti di Garut, Subang, Kab./Kota Bogor, Majalengka, dan Banjar. Dalam waktu dekat juga akan digelar pesta demokrasi di Kuningan, Ciamis, dan beberapa kota/kabupaten lainnya.

“Di beberapa kabupaten bahkan ada potensi terjadi kerawanan, mengingat terjadi saling klaim dari pendukung pasangan tertentu calon yang diusungnya sebagai pemenang. Karenanya kami siaga, untuk mencegah jangan sampai ada provokasi pihak yang sengaja menginginkan terjadinya kericuhan,” tandasnya.

Kapolres Garut

Sementara itu, dalam serah terima jabatan yang digelar, kapolda memimpin pergantian Karo Rena dan Kapolres Garut. Serah terima berdasarkan Surat Telegram Kapolri Nomor : ST/1772/IX/2013 tanggal 9 September 2013 serta Surat Telegram Kapolda Jabar Nomor : ST/1187/IX/2013 tanggal 12 September 2013 tentang pemberhentian dari dan pengangkatan dalam jabatan di lingkungan Polri.

Karo Rena Polda Jabar diserahterimakan dari Kombes Pol F.X. Djoko Pontjo Murdoko kepada Kombes Pol. Yoyok Sri Nurcahyo, yang semula menjabat sebagai Karo Rena Polda Sumsel. Kombes Pol F.X. Djoko Pontjo Murdoko selanjutnya akan menjabat Karo Rena Polda Jatim.

Sementara posisi Kapolres Garut diserahterimakan dari AKBP Umar Surya Fana kepada AKBP Arif Rachman yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolsek Metro Gambir Polres Metro Jakarta Pusat Polda Metro Jaya. AKBP Umar Surya Fana selanjutnya akan menjabat sebagai Waka Polres Metro Jakarta Pusat Polda Metro Jaya.

Suhardi menuturkan, serah terima jabatan merupakan sebuah proses manajemen, guna melakukan penyegaran dan regenerasi dalam memenuhi tuntutan tugas organisasi. Karenanya, dituntut komitmen dan tanggung jawab pejabat yang bersangkutan, untuk dapat melakukan tugas, peran serta fungsi yang diamanahkan guna meningkatkan kinerja polri didalam memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, menegakkan hukum, serta melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat.

Sumber : http://klik-galamedia.com