Kapolda Jabar: SP3 pada Rizieq Bukan Intervensi Petinggi Polda

by -102 views
Penghentian penyidikan atas kasus penghinaan Pancasila oleh pimpinan Front Pembela Islam (FPI), Rizieq Shihab, diyakinkan sebagai salah satu bentuk kepastian hukum. Keputusan itu pun tak berkaitan dengan petinggi Polda Jabar maupun Polri.
 
Saat di Cirebon, Minggu (6/5), Kapolda Jawa Barat, Irjen Agung Budi Maryoto memastikan, belum ada bukti kuat untuk menjerat Rizieq. Polda Jabar pun mengeluarkan Surat Perintah Penghentian penyidikan (SP3) kepada Rizieq dengan alasan penanganan kasus tak boleh menggantung.
 
“Belum ditemukan bukti kuat, akhirnya dikeluarkan SP3,” ungkap Agung di sela takziah di kediaman sesepuh Pondok Buntet Pesantren Cirebon, KH Nahduddin Abbas, yang wafat minggu lalu di London, Inggris.
 
Menurutnya, sebelum mengeluarkan SP3 atas kasus yang didakwakan kepada Rizieq, Polda Jabar telah berkoordinasi dengan ahli pidana dan ahli bahasa demi memperoleh masukan yang lebih lengkap.
 
Baik ahli bahasa maupun ahli pidana sepakat menyatakan belum ada bukti kuat atas pelanggaran hukum oleh Rizieq. Mengingat dalam supremasi hukum harus ada kepastian hukum atau penanganannya tidak boleh digantung, lanjut dia, akhirnya dikeluarkanlah SP3.
 
Dia menegaskan, dikeluarkannya SP3 merupakan ranah penyidik di mana tidak ada keterlibatan dirinya selaku pimpinan Polda Jabar. “Sebagai pimpinan, saya tidak intervensi dalam kasus tersebut. Itu ranahnya penyidik,” tegasnya.
 
Senada, Wakapolri Komjen Syafrudin saat kunjungan ke Cirebon pun memastikan, penyidik Polda Jabar memiliki otoritas dalam mengeluarkan SP3. Keputusan itu pun bahkan tak dicampuri satu pun petinggi Polri.
 
“Tidak ada petinggi Polri yang ikut campur dalam masalah tersebut (SP3 untuk Rizieq),” tegasnya.