Kapolda: Sanksi Berat Bagi Tersangka Miras Oplosan

by -9 views

Jatinangorku.com – Kapolda Jawa Barat Irjen Mochamad Iriawan menegaskan, pihaknya akan memberikan sanksi berat terhadap para tersangka produsen minuman keras (miras) oplosan.

Seperti diketahui, kasus miras oplosan beberapa hari terakhir telah menewaskan 27 korban yang tersebar di Garut dan Sumedang.

Menurut Iriawan, sanksi berat diberikan kepada para tersangka agar menimbulkan efek jera. Sehingga tidak ada lagi yang menjadi korban miras oplosan di wilayah hukum Polda Jawa Barat.

Dia menyatakan, kasus miras oplosan yang telah merenggut puluhan nyawa di Jabar itu merupakan Kejadian Luar Biasa (KLB). Menurutnya, para korban tidak mengetahui bahan apa saja yang terkandung dalam miras oplosan tersebut.

Berdasarkan penjelasan dari Badan Pemeriksa Obat dan Minuman (BPOM), diketahui zat yang terkandung dalam miras oplosan itu sangat berbahaya bila dikonsumsi. Di dalamnya terdapat spirtus 90 persen, methanol untuk industri, obat pembasmi nyamuk, dan suplemen merek tertentu.

Iriawan menegaskan, pihaknya sudah menangkap para pelaku peracik miras oplosan tersebut, baik di Garut maupun di Sumedang. Di Garut, kata dia, polisi sudah menetapkan tiga tersangka berinisial AS, S, dan Y.

“Sedangkan tersangka asal Sumedang berinisial D dan A, kita tangkap di Bali. Saat ini mereka sedang dimintai keterangan. Satu lagi masih DPO (dalam Daftar Pencarian Orang). Satu pelaku berjenis kelamin perempuan,” jelas Iriawan.

Para tersangka, lanjutnya, dapat dijerat pasal 204 KUHP dengan ancaman hukuman penjara maksimal 20 tahun. tak hanya itu, Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan pun akan dikenakan sebagai tambahan jeratan hukum bagi tersangka, dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

“Kita sudah perintahkan kepada Kapolres, termasuk Kejaksaan, agar para tersangka dalam proses penyidikan hingga ke pengadilan, hukumannya harus lebih berat, agar kasus ini menjadi efek jera,” tandas Iriawan.

Sementara itu, bagi korban yang selamat, dia berharap diberikan penyuluhan sehingga tak lagi menenggak miras. Dengan begitu, dia berharap kasus tersebut tidak sampai terulang kembali

Sumber : http://www.inilahkoran.com/