Kapolres, “Sikat perusuh pengganggu kerukunan umat beragama di Sumedang”

by -103 views

Jatinangorku.com – Kapolres Sumedang AKBP M. Nazly Harahap, menegaskan pihaknya akan menyikat setiap perusuh yang berusaha mengganggu kerukunan umat beragama yang terjadi diwilayah hukumnya.

Hal itu disampaikan dalam rapat kordinasi dengan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Sumedang bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, bertempatdi Aula Tampomas IPP (induk pusat pemerintahan) Kab.Sumedang, Kamis (23/7/2015).

Rakor yang diikuti para Kepala SKPD, Camat, Kapolsek, Danramil, Kepala KUA, Dai Kamtibmas, Ormas Keagamaan dan unsur Forum Kerukunan Umat Beragama Kabupaten Sumedang. Narasumber Rakor terdiri dari Sekretaris Daerah H. Zaenal Alimin, Kapolres Sumedang M Nazly Harahap, Dandim 0610 F X Sri Wellyanto, dan Kepala Kantor Kemenag H. Cece Hidayat. Hadir pula Ketua DPRD Irwansyah Putra dan Ketua MUI Kabupaten Sumedang K H Adam Malik Ibrohim.

Ditegaskan Nazly, pihaknya membuka diri dalam menerima pengaduan atau laporan sekecil apapun dari masyarakat. Disamping itu, menurtnya, tidak ada satu permasalahan pun yang tidak bisa diselesaikan dengan cara berkomunikasi.

“Gejolak sekecil apapun di masyarakat akan berpengaruh terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara. Kami akan sangat terbuka membantu masyarakat dari kalangan manapun sesuai dengan kapasitasnya. Oleh sebab itu, kami akan menindak tegas dan menyikat setiap perusuh atau pihak-pihak yang berusama mengganggu kerukunan uman beragama, khususnya di wilayah hukum Polres Sumedang,” tandas Nazly.

Menyikapi persoalan di Tolikara, Nazly menyebutkan bahwa insiden tersebut sebenarnya tidak akan berkembang luas dan memicu konflik yang lain jika masyarakat Indonesia yang sudah terkenal sebagai bangsa yang ramah dan berbudaya tetap menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi dan kemanusiaan.

Pernyataan Kapolres tersebut didukung pula oleh Kepala Kantor Kemenag Sumedang yang menegaskan bahwa tidak ada satu ajaran agama pun yang mendorong umatnya untuk saling mencelakai dan membinasakan. Ia juga menanggapi adanya ajakan jihad di Papua dengan menghimbau kepada seluruh tokoh agama agar memberikan pemahaman secara benar kepada masyarakat sehingga kondusifitas keamanan dalam negeri tetap terjaga.

“Saya menghimbau kepada seluruh tokoh agama dan masyarakat yang hadir agar dapat menjadi fasilitator untuk memberikan penjelasan dan pemahaman kepada masyarakat agar kejadian di Tolikara tidak berkembang sebagai pemicu konflik lain,” tuturnya.

Di akhir acara, dibacakan pernyataan sikap oleh perwakilan FKUB yang berisi komitmen untuk tetap menjaga kerukunan umat beragama. Pernyataan tersebut ditandatangani oleh Forkopimda, Kemenag, MUI dan FKUB.

Sumber : http://www.galamedianews.com/