Kapolres Sumedang Jamin Keselamatan Ulama

by

Penganiayaan ulama di Kota/Kabupaten Bandung, diharapkan tidak menular ke Kabupaten Sumedang. Untuk itu pula, meski tatap waspada namun warga diimbau tidak ikut terprovokasi.

Kapolres Sumedang AKBP Hari Brata SIK mengimbau, warga maupun ulama di Kabupaten Sumedang, tetap tetang. “Baik masyarakat atau para ulama diharapkan tetap tenang dan tidak terprovokasi,” katanya saat dijumpai Sumeks di ruangan kerjanya, Rabu (7/2).

Selama ini, pihaknya pun senantiasa melakukan berbagai upaya, untuk mengantisipasi kejadian yang sangat tidak diharapkan itu. “Misalnya, kita melakukan silaturrahmi ke pondok-pondok pesantren,” kata Hari.

Bahkan, pihaknya menugaskan kepada jajaran Polsek, berkoordinasi dengan Dinas Sosial untuk mendata orang gila di wilayah hukumnya masing-masing.

“Kalau orang gila itu bukan warga setempat, kita akan serahkan ke dinas terkait. Tetapi jika itu warga setempat, maka kita akan kembalikan kepada keluarganya,” tutur Hari.

Selain itu, kata dia, Polres melakukan koordinasi dengan tiga pilar Kamtibmas, untuk senantiasa mewaspai kemunculan orang-orang yang dianggap asing dan mencurigakan.

“Peran Jabursilan juga, dianggap efektif dalam mengantisipasi masalah ini,” katanya.
Sebelumnya, santer diberitakan penganiayaan yang menimpa pengasuh Pondok pesantren (Ponpes) Al Hidayah Cicalengka, Bandung, KH Emon Umar Basri (Ceng Emon).

Disusul meninggalnya Komandan Brigade Pimpinan Pusat (PP) Persatuan Islam (Persis) Ustadz Prawoto akibat dianiaya oleh orang yang diduga mengalami gangguan jiwa

 

 

Sumber : https://www.sumedangekspres.com