Karyawan Mulai Terserang Sesak Napas, Halaman Kantor UPTD Parkir Jadi Lokasi Bongkar Muat Sampah

by -18 views

Karyawan Mulai Terserang Sesak Napas, Halaman Kantor UPTD Parkir Jadi Lokasi Bongkar Muat Sampah

Jatinangorku.com – Halaman kantor Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Parkir Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kab. Sumedang, betulan Gelora Ahmad Yani, Lingkungan Ketib, Kel. Kota Kaler dijadikan lokasi bongkar muat sampah. Akibatnya seluruh ruangan kantor mendapat serangan bau busuk. 

Kondisi tersebut sudah berlangsung selama tiga bulan terakhir dan menghambat proses kerja di lingkungan kantor. Sebab karyawan merasa terganggu dengan bau menyengat dari sampah.

“Sejak ada kegiatan bongkar muat sampah di sini, aktivitas kerja kami jadi terganggu, karena terusik bau busuk yang sangat menyengat. Bahkan baunya sampai nempel di seragam dan terbawa ke rumah,” kata Kepala UPTD Parkir, Dedi Suryadi, S.Sos. kepada “GM” di ruang kerjanya, Selasa (13/5).

Karena sering menghirup bau busuk, tidak jarang karyawan di sana yang mengeluhkan sesak napas. “Dalam beberapa hari ini, ada karyawan yang mulai mengeluhkan sesak napas. Tentunya ini menjadi persoalan serius jika terus dibiarkan,” ujarnya. 

Setiap hari petugas beraktivitas memilah sampah yang diambil dari rumah warga, sebelum dimasukkan ke dalam kontainer. Setelah kontainer  diangkut ke tempat pembuangan akhir (TPA), bau busuk sampah di tempat itu tidak juga hilang. 

“Bau itu berasal dari ceceran cairan sampah. Sehingga meski kontainer sudah diangkut ke TPA, tetap saja baunya masih ada. Dan kejadian itu selalu terulang setiap hari,” katanya.

Menyikapi hal ini, melalui Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika, pihaknya telah mengirim surat kepada Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kab. Sumedang. Isinya meminta agar bongkar muat sampah dipindahkan ke tempat lain.

Apalagi kegiatan itu tidak sesuai kesepakatan saat BLH mengajukan permohonan pinjam pakai sebagian ruangan yang dikelola UPTD Parkir. “Perjanjiannya bangunan yang dimohonkan untuk petugas pengelola sampah dari BLH itu hanya untuk keperluan mengurus administrasi. Oleh sebab itu, kami mengabulkan permohonan tersebut. Namun ternyata dalam perjalanannya, ada kegiatan bongkar muat sampah di halaman kantor. Dan itu yang membuat kami kecewa,” tegasnya.

Lebih disesalkan lagi, surat balasan yang ditandatangani Kepala BLH, H. Agus Sukandar, S.H. menegaskan lokasi bongkar muat sampah di lokasi tersebut tidak akan dipindahkan. Dengan alasan tidak menimbulkan bau busuk dan tidak berada di bahu jalan sehingga tidak mengganggu arus lalu lintas kendaraan. 

“Mereka tidak mengalami apa yang kami rasakan selama ini (bau busuk) dan telah mengingkari perjanjian. Bahkan belakangan warga sekitar juga mulai banyak yang komplain,” ujarnya.

Sumber : http://www.klik-galamedia.com/