Kebakaran Hutan di Jabar Belum Sampai Timbulkan Bencana Asap

by -14 views

Jatinangorku.com – Kebakaran hutan dan lahan di sejumlah daerah di Jawa Barat terhadap udara di wilayah Jawa Barat pada musim kemarau ini, belum sampai menimbulkan bencana ikutan berupa bencana kabut asap seperti yang terjadi di Kalimantan dan Sumatera. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Jabar Haryadi, menyatakan hal itu ketika ditemui “PR” Online saat menyaksikan pelatihan pemulihan sosial psikologis masyarakat korban bencana yang diselenggaran BPBD Kabupaten Kuningan di Hotel Horison Tira Sanita, kawasan Sangkanurip, Kuningan, Kamis (29/10/2015).

Kebakaran-kebakaran hutan dan lahan di beberapa gunung seperti di Gunung Ciremai, Gunung Guntur, dan di kawasan-kawasan hutan lainnya di beberapa daerah di Jawa Barat, memang memberikan juga kontribusi (asap) pada udara. Namun, kebakaran-kebakaran hutan dan lahan di Jawa Barat tidak ada yang berkelanjutan, sehingga asapnya pun sebagian besar segera terurai di wilayah udara sekitar lokasi kebakaran.

“Karakteristrik kebakaran hutan dan lahan di Jawa Barat nyala mati, nyala mati, tidak ada yang terus menerus berlangsung sampai berminggu-minggu dan berbulan-bulan seperti yang terjadi di Kalimantan dan Riau,” kata Haryadi.
Haryadi juga meyakinkan, asap dari kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan dan Riau sejauh ini belum sampai masuk ke wilayah Jawa Barat. “Jauh di atas awan mungkin ada juga yang masuk, tetapi sudah terurai dan tidak sampai turun serta terhirup oleh masyarakat di Jawa Barat,” katanya.

Dia lebih lanjut mengungkapkan, menyikapi kemarau yang masih berlangsung di Jawa Barat, pihaknya bersama BPBD dan para pihak terkait di sejumlah daerah yang memiliki potensi kebakaran hutan dan lahan, kini masih dalam posisi siaga. Siaga dalam arti melakukan langkah-langkah pencegahan dan siap bergerak memadamkan api kebakaran hutan supaya tidak merembet luas.

Di balik itu, Haryadi mengingatkan kepada BPBD dan para pihak terkait termasuk masyarakat di Jawa Barat untuk bersiap siaga dan melakukan upaya-upaya pencegahan terhadap ancaman bencana longsor dan banjir di musim hujan. Terlebih bagi para pihak terkait dan masyarakat yang berada di daerah rawan longsor dan banjir.

Sementara itu, pelatihan pemulihan sosial psikologis masyarakat korban bencana yang diselenggarakan BPBD Kuningan, dijadwalkan berlangsung selama tiga hari mulai Rabu (28/10/2015) hingga Jumat (30/10/2015). Kegiatan tersebut diikuti 25 peserta kalangan sukarelawan dari berbagai unsur. Di antaranya sejumlah personel pusat pengendali operasi penanggulangan bencana BPBD Kuningan, mahasiswa dari Universitas Kuningan, Universitas Islam Al-Ihya Kuningan, dan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan, serta perwakilan dari Dinas Kesehatan Kuningan, dan sukarelawan dari beberapa pihak lainnya.

Pelatihan tersebut diisi pemaparan teori dan praktik dengan menghadirkan empat orang pemberi materi yang sudah berpengalaman dalam hal penanggulangan korban bencana. Terdisi atas, Kepala Seksi Rehabilitasi Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Provinsi Jawa Barat Mohamad Iskandar, dan tiga pemateri dari Pusat Kajian Bencana dan Pelayanan Pengungsi Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial, Dr Tukino, Milly Wilawati PhD, dan Dr Nurjanah

Sumber : http://www.pikiran-rakyat.com/