Kebersamaan Dalam Persahabatan

by
Kebersamaan Dalam Persahabatan 
Jatinangorku.com – Arti Sahabat adalah segalanya.
Sahabat adalah orang ketiga dari orang tua dan guru di sekolah.
Terkadang di saat kita butuh seorang sahabat,ia selalu ada buat kita.
Tidak semua sahabat kita itu saling ada buat sahabat-sahabatnya yang lain.
Terkadang dengan kesibukan mereka masing-masing mereka tidak selalu ada buat kita.
Jadi kita harus saling ngerti satu sama lain.

Sahabat Yang baik adalah mereka yang mengisi kekuranganmu bukan mengisi kekosonganmu(Kahlil Gibran) Seorang sahabat adalah Kado yang anda berikan kepada diri anda sendiri.
Sifat-Sifat Seorang Sahabat :

  • Jika Engkau membuat bakti kepadanya,ia akan melindungimu.
  • Jika Engkau rapatkan persahabatan dengannya,ia akan membalas baik persahabatanmu itu.
  • Jika Engkau Memerlukan Pertolongan daripadanya berupa uang dan sebagainya,ia akan membantumu.
  • Jika Engkau menhulurkan sesuatu kebaikan kepadanya,ia akan menerima dengan baik.
  • Jika ia melihat sesuatu yang tidak baik darimu,ia akan menutupnya.
  • Jika Engkau meminta suatu bantuan daripadanya ia akan mengusahakannya.
  • Jika Engkau berdiam diri(karena malu hendak meminta),ia akan menanya kesusahanmu.
  • Jika Engkau berkata kepadanya,ia akan membenarkannya.
  • Jika Engkau meraqncang sesuatu,ia akan membantumu.
  • Jika Engkau berselisih faham,Niscaya ia lebih senang mengalah untuk kepentingan persahabatan

 Menjalin persahabatan dengan lawan jenis memang sah-sah saja. Bahkan tak sedikit wanita yang lebih memilih kaum pria sebagai tempat curhat ketimbang rekan-rekan wanita yang dinilainya lebih suka “bergosip ria” atau tidak bisa dipercaya. Begitu juga sebaliknya, tak sedikit pria yang lebih memilih bersahabat dengan rekan wanita, yang salah satu alasanya mungkin untuk bisa mendapatkan pandangan lain dari sudut lawan jenis.
Namun, terlepas dari apapun alasan nya, tak jarang persahabatan seperti ini dinilai lain oleh masyarakat. Karena saking dekatanya dan kerap kali bertemu, tak jarang pasangan sahabat ini dikira pasangan yang tengah dimabuk asmara. Tapi bagaimana bila penilaian ini terlontar pada persahabatan di mana keduanya sudah mempunyai pacar atau pasangan hidup resmi, istri atau suami? Kalo hal ini terjadi salah2 bisa memacu konflik besar yang akan mengarah pada perceraian.
Tidak ada yang bisa menyangkal, terkadang persahabatan seseorang bisa membuat iri banyak orang. Bayangkan dia sepertinya punya tempat yang akan dengan setia menjga dan menampungnya. Persahabatan itu sendiri dibangun dari saling kepercayaan yang tinggi dan saling mengerti tanpa harus dibicarakan atau diutarakan terlebih dahulu. Tak hanya itu selain menjadi tempat berkeluh kesah dan adu argumentasi, sahabat adalah orang yang bisa paling jujur di dunia untuk mengomentari segala hal tentang anda meski akan menyakitkan anda sekalipun.
Namun, tampaknya persahabatan yang Anda bangun ini akan menjadi ancaman bila pacar atau pasangan resmi sahabat Anda kurang mengerti dengan bentuk persahabatan yang Anda bina. Salah2 karena Anda kerap kali meminta saran untuk segala kegiatan hidupnya, mulai karier hingga keluarganya, Anda akan dikira memasuki teritorial orang lain. Dalam arti, pasangan resmi sahabat Anda mungkin saja akan merasa menjadi orang nomor dua dalam hidup pasangannya dan tidak menerimanya.
Satu hal lagi yang akan semakun membuat keadaan parah adalah bisa2 sahabat anda cenderung mengeksekusi sesuatu hal berdasarkan gagasan Anda. “Jangan2 istriku itu berselingkuh dengan sahabatnya”, pikiran tersebut mungkin saja akan terlontar pada benak pasangan resmi sahabat Anda.
Bila dilihat, persahabatan yang Anda bangun ini bukan waktu yang singkat. Anda sudah mengenalnya jauh hari sebelum sahabat Anda mengenal dan bahkan menikah dengan pria/wanita pujaannya. Namun itulah realitas hidup. Jalinan persahabatan yang “beda” pun sebenarnya sudah bisa ditangkap dengan kasat mata. Yakni jika seseorang “punya hati” terhadap sahabatnya maka bisa dibaca lewat gerak geriknya, cara memandang, pemilihan kata-kata bahkan kadang sikap salah tingkah, sedikit banyak menunjukkan bahwa dia berharap banyak dari sekedar persahabatan.
So’ gimana cara untuk menjaga persahabatan dengan lawan jenis ini agar tidak mengarah pada perselingkuhan dan tetap bisa berlansung lama? Simak yukk ..

  1. Yang pasti, sejak awal luruskan niat terlebih dahulu. Pasalnya persahabatan yang dimulai dengan niat yang tidak benar bisa saja mengarah pada perselingkuhan. Awali persahabatan dengan sungguh2 karena ada kesamaan sifat, pandangan, hobi, selera dsb. Bukan karena tujuan ingin menjadikan sebagai pacar setelah merebut simpatinya.
  2. Harus ada trust. Apapun yang diceritakan sahabat karena dia menganggap Anda bagia dari hidupnya. Mengkhianati kepercayaan nya berarti Anda sudah bosan dengan pertemanan itu dan bersiap mencari musuh.
  3. Tetap profesional bila bersahabat dengan rekan kantor. Dan persahabatan yang baik adalah persahabatan yang tidak bakal mengorek “isi perut” Anda.
  4. Menjaga privasi masing2. Jangan intervensi dlm masalah sahabat
  5. Kenali pasangan masing2 dan tekankan bahwa tidak semua hal bisa diceritakan kepada sahabat
  6. Jangan posesif.
  7. Keterusterangan itu kadang menyakitkan.
  8. Berpikir dan bertindak positif. Jika mengobrol tentang suatu hal, arahnya bukan mencela, tapi mendiskusikan, dengan begitu seseorang dapat membangkitkan rasa percaya diri sahabatnya.

  Di dunia ini, semua orang pasti butuh sahabat. Walaupun orang jahat yang paling jahat sekalipun, dia pasti juga butuh sahabat. 

Dalam perjalanan menuju sukses,kita perlu sahabat yang benar-benar tulus membantu serta membimbing kita.Melalui mereka,kita akan mendapat kekuatan dan tidak mudah bimbang ketika menghadapi halangan ata musibah karena sahabat sentiasa berdiri di samping kita,Memberikan dukungan dan doa agar kita boleh melewati masa-masa sulit yang pasti akan terjadi dalam hidup kita.
Masalahnya apakah kita memiliki sahabat sejati,yang tetap berada di sisi kita saat kesulitan singgah dalam hidup kita?Pengalaman kita memperlihatkan banyak orang mengaku sahabat kita.Saat kita berada dipuncak kesuksessan dan banyak wang mereka selalu ada di sekeliling kita mendampingi kita seolah-olah bodyguard yang siap melindungi kita dari bencana.Akan tetapi ketika kita dirundung masalah yang berat dan keadaan kewangan kita buruk,mereka tidak menampakkan batang hidungnya dihubungi untuk dimintai pertolongan pun sering sulit.
Kisah di bawah ini membantu kita membezakan mana sahabat sejati dan mana orang yang hanya teman belaka.
 
Dalam kisah 1001 malam,diceritakan mengenai seorang yang mempunyai 2 1/2 orang sahabat.Di sebuah negara Antah Berantah,tinggallah seorang saudagar arab yang kaya-raya bernama Zainal Abidin.Beliau tinggal bersama seorang anaknya yang di asuh dengan penuh kasih sayang.Sewaktu anak ini telah menganjak remaja,dia menjadi pemuda yang gagah dan tinggi budi pekertinya.
  Suatu hari,Zainal Abidin memanggil anaknya lalu berkata,” Dalam hidup ini,selain harta benda yang kita miliki sekarang  ini,kita juga perlu mempunyai sahabat-sahabat yang setia dan selalu bersedia membantu kita apabila kita memerlukan bantuan mereka.Anaku,ambillah wang ini dan carilah sahabat-sahabat seperti yang ayah katakan,”
  Berbekalkan wang itu,anaknya pergi keluar kota dan mencari sahabat-sahabat seperti yang dikatakan oleh ayahnya.Setelah bertemu dengan beberapa orang yang dijadikan sahabat-sahabatnya dia pun pulang ke rumah.
  Sesampainya di rumah.ayahnya bertanya.”Sudah sekian lama kamu meninggalkan rumah ini untuk mencari sahabat tolong katakan kepada ayah,berapa orang sahabatmu sekarang?”
” Ayah,sejak meninggalkan rumah ini aku telah bertemu dengan 50 orang yang bisa aku jadikan sahabat dan benar-benar tulus bersahabat denganku..”
“Bagus anakku,walaupun ayah telah hidup lebih dari 60 tahun,tetapi ayah hanya mempunyai 2 1/2 orang sahabat saja dan sesungguhnya kamu lebih hebat dari ayah.Bisakah kamu mengundang para sahabatmu ke rumah kita kerna ayah ingin mengadakan acara kesyukuran minggu depan.”
 Setelah itu si ayah meninggalkanya untuk membuat acara kesyukuran.Pada hari yang ditentukan,Berkumllah 50 orang sahabat anaknya di rumah dan setelah selesai makan berkatalah Zainal Abidin”Wahai sahabat anakku,Aku amat berbesar hati  kerna kalian semua sudi datang ke rumah ini dan tujuanku mengundang kalian semua adalah karena aku ingin minta pendapat kalian sehubungan dengan musibah yang menimpa anakku ini.Anakku telah dituduh berselingkuh dengan puteri raja dan kalian tahu anakku tidak melakukan perbuatan terkutuk itu tetapi raja tidak mempercayainya.Besok pagi tentera raja akan datang ke rumah ini dan menangkap anakku.
  “Maaf, Pak.Kami sangat takut berurusan denagn raja dan kami tidak dapat berbuat apa-apa.Sekiranya bukan raja,kami pasti akan berpihak pada sahabat kami ini.
  Tiba-tiba salah seorang dari mereka berkata “ Aku akan menemani sahabatku ini,apapun terjadi.Sekiranya tentera raja datang menangkapnya,aku akan ikut bersama  dia mengadap raja dan meminta  belas kasihan raja agar kesalahannya diampuni.Sekiranya tidak mendapat pengampunan,aku siap mempertaruhkan nyawaku untuk menentang perintah raja!”
  Setelah para sahabat pulang ke rumah masing-masing,Zainal Abidin berkata kepada anaknya” Kamu sesungguhnya mempunyai seorang sahabat dan yang lain-lain hanyalah teman-temanmu belaka.Seorang sahabat akan sanggup bersama kita dalam saat kita senang ataupun susah.Besok aku akan memanggil 21/2 orang sahabatku dan aku akan mengenalkannya kepadamu.”
  Keesokkan harinya,Zainal Abidin pun memanggil tiga orang temannya untuk datang ke rumah.Dia menanyakan kabar da kesibukkan masing-masing.Tiba-tiba berkatalah Zainal Abidin,”Sahabat-sahabatku,sebenarnya tujuan aku memanggil kalian adalah karena aku ingin meminta pendapat kalian berkenaan musibah yang melanda anakku.Dia dituduh  berselingkuh dengan  anak raja dan esok tentera raja akan datang menangkap anakku untuk dijatuhi hukuman mati.Kalian semua tahu bahawa anakku sungguh tidak melakukan perbuatan hina tersebut dan itu cuma fitnah belaka.”
  Berkatalah seorang dari mereka” Begini saja.Sebelum tentera raja datang aku akan mengadap raja dan menawarkan seluruh hartaku untuk menggantikan nyawa anakmu”
  Seorang yang lain berkata” Aku akan meminta raja mengambil nyawaku sebagai ganti nyawa anakmu karena akusudah tua dan puas menikmati hidup ini.Biarlah anakmu masih muda terus hidup untuk menikmati hari-hari mendatang..”
Sahabat yang ketiga angkat bicara” Saranku adalah aku akan menemui raja dan menawarkan seluruh hartaku.Sekiranya raja tidak mahu,aku akan menyakinkannya agar beliau mengambil nyawaku sebagai ganti nyawa anakmu..”
  Setelah itu mereka berpelukan untuk pulang kerumah masing-masing dan meminta Zainal Abidin memberi kabar selanjutnya mengenai perkara ini.

  Kemudian Zainal Abidin berkata kepada anaknya,” Kamu lihat anakku,kenapa aku mengatakan aku hanya mempunyai 2 ½ orang sahabat kerana yang seorang hanya sanggup mengorbankan hartanya dan bagiku dia adalah ½ sahabat.Seorang lagi sanggup mengorbankan nyawanya dan yang terakhir sanggup memberikan hartanya dan nyawa sebagai tanda persahabatan kami.Ini semata-mata ketulusan dalam bersahabat.”