Kebocoran Soal USBN, Dinas Pendidikan Jawa Barat Diminta Buat Tim Investigasi

by -86 views

Dinas Pendidikan Jawa Barat diminta segera membuat tim investigasi guna mengusut persoalan indikasi kebocoran soal dalam Ujian Sekolah Berbasis Nasional (USBN) 2018. Tim investigasi ini akan menelusuri titik-titik kelemahan distribusi soal.

Demikian terungkap dalam rapat dengan Komisi V DPRD Jabar dengan Disdik Jabar, Kantor Cabang Dinas, dan Dewan Pendidikan Jabar di DPRD Jabar Jalan Dipenogoro, Senin 26 Maret 2018.

Dalam pertemuan itu, Komisi V menyoroti persoalan indikasi kebocoran soal yang terjadi selama USBN sepekan terakhir. Ketua Komisi V Syamsul Bahri mengusulkan adanya tim investigasi itu, agar hal serupa tidak terulang di tahun-tahun mendatang.

“Saya setuju agar Disdik membentuk tim investigasi untuk mengusut kebocoran soal USBN tersebut,” ujarnya.

Wakil Ketua Komisi V Yomanius Untung khawatir peristiwa ini dimanfaatkan oleh beberapa pihak. Untung meyakini siswa sudah siap menjalani ujian. Namun, karena isu kebocoran soal USBN, siswa kembali menjadi korban.

“Oleh karena itu, ini harus diusut tuntas agar tidak terjadi kembali,” katanya. 

Sementara itu, Ketua Dewan Pendidikan Jabar Wisnu Cahyadi mendukung pungusutan kebocoran soal USBN dilakukan secara tuntas. Hal itu untuk memberikan efek penjeraan bagi semua pihak yang terlibat dalam kebocoran soal USBN tersebut. Ia bahkan mengusulkan sanksi diberikan juga pada guru dan kepala sekolah bila ada yang terlibat dalam kebocoran soal USBN. 

Kepala Disdik Jabar Ahmad Hadadi mengatakan telah melakukan langkah-langkah antisipasi setelah isu kebocoran beredar. Antara lain, mengecek ke beberapa sekolah yaitu SMA Negeri 15 Bandung, SMA Negeri 3 Cimahi dan SMK Garuda Nusantara. Hasilnya, tidak ditemukan kebocoran soal USBN di sekolah tersebut. Walaupun begitu, Hadadi dengan tegas akan memberikan sanksi kepada pihak-pihak yang terkait dengan kebocoran soal USBN tersebut.  

Pihak Disdik Jabar juga telah membuka layanan pengaduan kebocoran USBN. Laporan yang masuk sebagian besar berasal dari Kota Bandung. Namun itu tidak menutup kemungkinan terjadi juga di daerah lain. 

Dikatakan Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Menengah Atas, Yesa Sarwed, tim USBN Jawa Barat telah mengawal dan mendistribusikan soal sesuai dengan Prosedur Operasional Standar (POS) Penyelenggaraan USBN 2018. Yesa menyebutkan telah menyosialisasikan kebijakan USBN dan berkoordinasi dengan LPMP, kantor wilayah, dan sekolah. 

 

Beberapa tahap

Untuk master kisi-kisi semua mata pelajaran juga diterima Disdik Jabar untuk semua satuan pendidikan SDLB/MILB, SMPLB/MTsLB, dan SMALB/MALB. Selain itu, menerima master soal USBN mata pelajaran Pendidikan Agama serta Pendidikan Agama dan Budi Pekerti dari Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi untuk SMA dan SMK. 

Soal yang diterima dengan proporsi 20 persen – 25 persen soal USBN SMA dan SMK dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) melalui laman USBN untuk diteruskan kepada Kepala SMA dan SMK.  Menurut Yesa, MGMP kota/kabupaten bertugas untuk menyusun, menelaah 75 persen soal berdasarkan kisi-kisi. Juga menelaah 75 persen soal usulan guru tiap sekolah. Ditambah, menganalisis kualitatif 75 persen soal USBN SMA dan SMK. 

“Berdasarkan POS USBN 2018 tersebut, Dinas Pendidikan Jawa Barat menjadi fasilitator dalam pembuatan soal USBN. Usulan soal sebanyak 75 persen diusulkan oleh sekolah yang diwadahi oleh MGMP. Sedangkan, 25 persen sisanya berasal dari Kemdikbud. Dinas Pendidikan Jawa Barat menjadi fasilitator yang mengolah dan finalisasi soal USBN tersebut,” ucapnya.  

Selain itu, kata Yesa,  alur pendistribusian soal USBN 2018 ini terdiri dari beberapa tahap. Tahap pertama Dinas Pendidikan Jawa Barat memberikan soal kepada Kantor Cabang Dinas (KCD). Kedua, KCD memberikan soal kepada Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS). Ketiga, MKKS mengundang Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) sekaligus penandatanganan intregritas untuk menerima soal USBN. Tahap terakhir adalah sekolah, kemudian sekolah memperbanyak soal tersebut.

“Pendistribusian soal diberikan berupa file dalam flashdisc yang berisi kisi-kisi yang sudah berisi indikator soal (indikator soal bersifat tertutup, artinya sudah menjurus pada soal -red), kartu soal, kunci jawaban dan passworduntuk membuka file setiap mata pelajaran,” ujarnya

 

 

 

Sumber : http://www.pikiran-rakyat.com