Kebutuhan BBM Jelang Mudik Lebaran di Jabar Aman

by -33 views
Kebutuhan BBM Jelang Mudik Lebaran di Jabar AmanPeningkatan kebutuhan akan BBM selama Ramadan serta Lebaran dalam rangka mudik dan arus balik sudah diprediksi PT Pertamina Marketing Operation Region (MOR) III.
Retail Fuel Marketing Manager Pertamina MOR lll Jawa Bagian Barat, Nurhadiya menjelaskan, pihaknya sudah melakukan sejumlah langkah untuk memastikan keamanan pasokan BBM.
“Pasokan BBM Jabar adalah yang paling aman karena disalurkan menggunakan pipa dan di back up dua refinery. Satgas Lebaran tahun ini akan dimulai pada H-15, pertengahan Juni, sampai 12 Juli.
Dirinya menjelaskan Puncak arus mudik dari Jakarta, Banten, dan Bandung diperkirakan terjadi pada 23-24 Juni. Pertamina akan memberikan perhatian khusus pada jalur sibuk, seperti tol, jalur Pantura, dan jalur selatan. Pengisian BBM untuk SPBU di jalur mudik akan dilakukan lebih awal.
Lebih lanjut, dirinya mengatakan pasokan BBM pada periode arus mudik dan balik Lebaran serta libur sekolah di wilayahnya tahun ini aman. Seperti kapasitas kilang Cikampek 6.000 kilo liter (KL), Balongan 3.000 KL, dan Plumpang 30.000 KL.
Berdasarkan data dari Pertamina MOR III, Pertamina memprediksi, permintaan Gasoline (Premium dan Pertamax Series) pada periode Lebaran tahun ini akan naik 5,7% dari hari normal, dari 26.041 KL menjadi 27.516 KL. Prediksi tersebut berdasarkan hasil penjualan dan realisasi permintaan Maret 2017.
Semenyara permintaan Premium diprediksi naik 2% dari 8.641 KL menjadi 8.784 KL. Ada pula, konsumsi Pertalite diperkirakan naik 8% dari 10.578 KL menjadi 11.425 KL, Pertamax naik 7% dari 6.493 KL menjadi 6.957 KL, dan Pertamax Turbo naik 6% dari 330 KL menjadi 349 KL.
Permintaan Gasoil atau Solar dan Dex Series) diprediksi turun 20,1% dari 8.905 KL menjadi 7.113 KL. Konsumsi Solar dan Bisolar diprediksi turun 22% dari 8.610 KL menjadi 6.573 KL, Dex naik 4% dari 266 KL menjadi 276 KL, dan Dexlite naik 6% dari 249 KL menjadi 264 KL.
Realisasi Lebaran 2016, permintaan Gasoline di wilayah MOR III naik 2% dari 25.696 KL menjadi 26.164 KL. Saat itu permintaan Premium turun 13% dari 17.628 KL menjadi 15.375 KL, Pertalite naik 49% dari 3.187 KL menjadi 4.746 KL, Pertamax naik 24% dari 4.882 KL menjadi 6.043 KL, dan Pertamax Plus naik 5% dari 252 KL menjadi 264 KL.
Kemudian permintaan Gasoil (Solar dan Dex Series) turun 21% dari 8.803 KL menjadi 6.972 KL. Konsumsi Solar dan Bisolar turun 22% dari 8.610 KL menjadi 6.246 KL, Dex turun 1% dari 159 KL menjadi 158 KL, dan Dexlite naik 95% dari 35 KL menjadi 68 KL.