Kecantikan Lanskap Wisata di Jatinangor dan Sekitar, Dua di Antaranya Punya Sejarah

by

Kawasan pendidikan di JatinangorSumedang yang semakin ramai, tidak kehilangan kecantikannya. Lanskap-lanskap di sekitar kampus, cantik-cantik dan bisa diandalkan untuk bantu meredakan lelah sejenak karena aktivitas yang padat. Teman Traveler, bisa ikut merasakan suasananya dengan mendatangi beberapa tempat indah di sini. Selain indah, destinasi wisata di Jatinangor ini juga terhitung murah. Menggiurkan? Tak perlu lama-lama kalau begitu, berikut ulasannya!

1. Bandung Giri Gahana Resort

Bandung Giri Gahana Resort memiliki stok pemandangan indah yang melimpah untuk para pengunjungnya. Di sini, Teman Traveler bisa menginap sekaligus menikmati hamparan rumput hijau yang luas, serta gunung di kejauhan yang berkabut. Di Bandung Giri Gahana Resort terdapat lapangan golf yang masuk dalam standard terbaik di Indonesia. Jelas saja, karena pemandangannya memang luar biasa.

Di resort ini juga terdapat kolam renang dengan ruang tunggu berbentuk gazebo yang melingkar. Diisediakan juga kolam renang untuk anak-anak. Teman Traveler bisa menikmatinya bersama keluarga.

2. Arboretum Unpad

Kawasan yang semula berfungsi sebagai lahan penelitian guna melestarikan tanaman khas Jawa Barat ini, kini mulai banyak didatangi oleh para pengunjung dari beberapa tempat, bahkan ada yang dari luar negeri juga lho. Luas Arboretum Unpad yang pada 1995 hanya 1,98 hektare, diperluas menjadi 12,5 hektare.

Di sini Teman Traveler akan menemukan 174 spesies tanaman hias, 21 spesies Jati, 55 jenis tanaman yang tergolong obat-obatan, 68 tanaman buah, dan 78 jenis tanaman langka. Destinasi wisata di Jatinangor ini, cocok dijadikan jujukan dengan edukasi. Selain itu, kawasan ini juga dilengkapi dengan fasilitas outbond lho. Menyenangkan!

3. Gunung Geulis

Bagi mahasiswa Jatinangor, Gunung Geulis ini sepertinya menjadi salah satu gunung wajib daki. Pasalnya, gunung ini memang terhitung dekat dengan kawasan kampus, dan yang penting tidak terlalu tinggi. Siapa pun bisa mencapai puncaknya, bahkan bagi pemula. Namun, meski tidak terlalu tinggi, jangan sesekali menyepelekannya ya. Gunung selalu punya cara untuk membuat “cerita”, bukan? Sesampainya di puncak gunung, Teman Traveler akan melihat tegalan yang luas, tempat ideal untuk melihat keindahan se-antero Jatinangor dari atas.

4. Gunung Manglayang

Satu lagi destinasi wisata di Jatinangor berupa gunung yang kecantikannya tidak kalah elok. Adalah Gunung Manglayang. Tingginya mencapai 1818 mdpl, lebih tinggi dari Gunung Putri. Ia masuk dalam jajaran gunung tercantik di sekitar Bandung, sekaligus yang paling rendah, sehingga terbuka terhadap pendaki pemula.

Pemandangan dari atas puncaknya, sangat indah, asri dan sejuk. Oh iya, Gunung Manglayang masih terhitung sepi karena belum begitu banyak diketahui. Saat mendaki nanti, tetap jaga kehati-hatian ya, Teman Traveler! Karena bagaimana pun, setiap gunung punya kriteria dan aturan sendiri yang harus dipatuhi.

5. Jembatan Cincin

Di kalangan masyarakat Jatinangor, Jembatan Cincin sungguh selalu hits. Jembatan dengan desain unik, seperti terdapat cincin di bagian bawahnya ini memiliki cerita sejarah yang menarik. Kokohnya Jembatan Cincin yang sudah berdiri sejak 1918 ini dibangun oleh perusahaan kereta api Belanda untuk keperluan mengangkut hasil bumi berupa karet. Dahulu, jembatan ini berupa jalur kereta api yang menghubungkan Rancaekek dan Tanjungsari.

Zaman dahulu, pembangunan salah satu destinasi wisata di Jatinangor ini diwarnai dengan perlawanan dari pihak pribumi. Namun, akhirnya kesepakatan disetujui dengan syarat pihak Belanda tidak boleh mengganggu kawasan pemakaman di sekitar jembatan. Saat ini, Teman Traveler bisa menyaksikan bekas peninggalan Belanda tersebut yang masih kokoh dan mengesankan.

6. Menara Loji

Menara Loji merupakan salah satu destinasi wisata di Jatinangor yang punya cerita sejarah. Keberadaannya merupakan peninggalan Perkebunan Karet milik seorang berkebangsaan Jerman. Menara dengan lonceng di bagian atas ini dibangun sekitar tahun 1800. Ia difungsikan sebagai penanda waktu dimulainya aktivitas di perkebunan karet. Dimulai dari jam 05.00 pagi dan terakhir dibunyikan pada pukul 14.00. Sayang, lonceng bersejarah tersebut, kini sudah tidak ada lagi di tempatnya karena ulah tangan-tangan jahil.

 

 

Sumber : https://travelingyuk.com