Kecit, Anggota PWJ Tewas Dipukul Kursi

by -81 views


JATINANGOR (GM) – Dede Sutardi alias Kecit (30), anggota Paguyuban Warga Jatinangor (PWJ), warga Kp. Nagrak, Desa Cintamulya, Kec. Jatinangor akhirnya meninggal setelah belasan hari menjalani perawatan di UGD Klinik Unpad Jatinangor. Korban mengalami luka di bagian kepala akibat pukulan saat mencoba melerai dua kelompok yang bertikai, di acara hiburan hajatan di Desa Cileles, Minggu (6/5) lalu.

Berdasarkan informasi yang dihimpun “GM”, Minggu (20/4), korban meninggal dunia Rabu (16/5). Peristiwa yang menimpa korban terjadi Minggu (6/5) sore saat dua kelompok terlibat pertikaian hebat. Saat itu, Kecit mencoba melerai. Namun nahas, niat untuk melerai ini berbuah malapetaka. Salah seorang dari kelompok yang bertikai malah membanting kursi hingga mengenai kepala Kecit.

Kecit pun tidak sadarkan diri hingga akhirnya dirawat dan meninggal di UGD Klinik Unpad Jatinangor, Rabu (16/5). “Saat itu Kecit hanya mencoba melerai. Tapi salah satu di antara mereka malah memukul Kecit dengan kursi hingga akhirnya tak sadarkan diri. Setelah itu kami membawanya ke Klinik Unpad,” ujar Iyus (40), salah seorang kelurga korban.

Setelah dibawa ke rumah sakit, lanjut Iyus, Senin (7/5) malam, sehari setelah kejadian, pihaknya melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Jatinangor. Merasa belum ada tanggapan, Selasa (8/5) siang pihaknya kembali melaporkan kejadian tersebut ke polsek yang sama.

Belum diperiksa

Namun aparat tidak juga memeriksa langsung pihak-pihak yang bertikai. Padahal, pihaknya sudah memberikan keterangan pihak mana saja yang terlibat pertikaian dan siapa yang memukul Kecit.

Sementara itu, Kapolres Sumedang AKBP Eka Satria Bhakti melalui Kasatreskrim AKP Suparma mengaku baru mendapat laporan setelah jagoan asal Nagrak itu meninggal, Rabu (16/5) sore. “Sebelumnya tidak ada laporan polisi dan kami mendapat informasi setelah korban tewas, Rabu malam,” katanya.

Keluarga sempat menolak untuk dilakukan autopsi. Namun menjelang subuh pihak keluarga bersedia korban diautopsi hingga akhirnya dibawa ke RSHS Bandung. “Hasil sementara, korban mengalami pendarahan di otak karena pembuluh darah yang pecah di otak sebelah kiri,” ujar Suparma.

Setelah mendapat informasi korban terlibat perkelahian, polisi mengembangkan perkara ini dan memeriksa beberapa saksi. “Korban dikeroyok tiga orang dan satu orang berinisial Gun (31) sudah ditangkap setelah polisi mendapat laporan. Kami sedang memburu pelaku yang lainnya,” katanya.

(B.105)**