Kekeringan, Produksi GKP Turun 60%

by -11 views

Kekeringan, Produksi GKP Turun 60%

Jatinangorku.com – Ancaman kekeringan yang melanda ratusan hektare lahan pertanian di sejumlah desa di Kec. Rancaekek, Kab. Bandung dalam beberapa pekan terakhir, dipastikan akan menimbulkan dampak buruk terhadap produksi pertanian.

Sejumlah petani penggarap lahan pun mengalami kerugian. Seperti di Kec. Cikancung, Solokanjeruk, Paseh, dan kecamatan-kecamatan lainnya di wilayah timur Kab. Bandung.

Akibat kekeringan produksi gabah kering panen (GKP) turun 40-60 persen. Anjloknya produksi GKP sudah dialami sejumlah petani yang lebih awal melaksanakan panen raya, menyusul tidak adanya hujan.

Berdasarkan pemantauan “GM”, Rabu (4/9), sejumlah petani penggarap melakukan panen di kawasan Kec. Cikancung dan Kec. Rancaekek. Pemilik lahan pertanian sekaligus petani, Sobari (68) didampingi istrinya, Ny. Juju Juanah (63) mengeluhkan, akibat kemarau padi miliknya pada lahan seluas 300 tumbak mengalami penurunan produksi cukup drastis.

“Akibat musim kemarau ini, produksi GKP turun 50 persen. Dari lahan seluas 300 tumbak hanya dapat 2 kuintal. Sebelumnya, saat persediaan air masih cukup, GKP-nya 4 kuintal,” ujar Sobari kepada “GM” di sela-sela panen di Blok Ranca Pejit, Desa Sukamanah, Kec. Rancaekek, Kab. Bandung, Rabu (4/9).

Menurut Sobari, hasil panen anjlok karena bulir padi banyak yang kosong. “Padinya banyak yang hapa karena kekurangan air,” katanya. Lahan pertanian mulai kekurangan air saat padi baru berusia beberapa pekan. Sementara padi di Blok Ranca Pejit mengandalkan air hujan karena jauh dari aliran air Sungai Citarik. Pengairan mengandalkan air selokan, sehingga banyak padi yang saat menjelang panen raya terancam kekeringan. 

Menurutnya, banyak juga hama tikus yang menyerang lahan

Sumber : http://klik-galamedia.com/