Kekinian Jatinangor Jangan Menghilangkan Jati Diri Budaya Sumedang

by -265 views

Kekinian Jatinangor Jangan Menghilangkan Jati Diri Budaya Sumedang Permasalahan utama yang harus dibenahi di jatinangor adalah persoalan kemacetan lalu lintas, penataan lalu lintas yang semrawut, perilaku pengguna jalan dan juga  sanitasi  lingkungan yakni masalah sampah, air bersih dan sosial budaya, sex bebas, kriminalitas cukup tinggi, makl dipandang perlu ada keseriusan pemerintah daerah untuk mengelola tiga isue tersebut.

“ Pengawasan sosial tentunya perlu dari pemerintah daerah, dengan menegakan norma norma atau kaidah umum yang berlaku di masyarakat, misalnya pendataan yang ketat tentang penghuni kost di setiap pemilik kost kost an, meminta surat nikah bagi penghuni kost lain jenis yang tinggal satu kamar besar, melakukan control (razia) yustisi terhadap tempat yang diduga memungkinkan terjadi hal hal yang permisive, Ujar calon bupati Sumedang dari Partai Gerindra, M.Agung Anugrah, kepada kami saat dihubungi melalui sambungan selularnya, Senin (30/10/2017)

Kemudian, ditambahkan Agung, dikarenakan masyarakat jatinangor sebagian besar masyarakat urban (berbeda dengan wilayah sumedang tengah dan timur), maka secara sosial budaya akan terjadi akulturasi budaya dengan masyarakat lokal, modernitas atau kekinian akan lebih cepat hinggap di jatinangor dibanding kawasan Sumedang lainnya, Pemerintah daerah harus bisa mengambil sisi positifnya dan membuang sisi negatifnya, Jati diri budaya Sumedang yang mempunyai Value ( local genuine) harus lebih kuat daripada efek samping negative dari modernitas di jatinanangor.

“ Didata terlebih dahulu apakah pemilik kost kostsan yang produktif memang pemiliknya ber- KTP Sumedang atau penduduk asli Sumedang? apabila demikian tentunya harus diperhatikan, karena filosofinya setiap kegiatan investasi di kawasan jatinangor sebanyak mungkin harus bisa memberdayakan masyarakat lokal,“ Sebutnya.

Dan kalau memang banyak masyarakat lokal dan banyak menyerap angkatan kerja lokal, maka, menurut Agung, pemilik kots kostan harus yang lebih dulu dibantu dangan membuat fasilitas tempat kosnya setara apartemen walau tidak dalam jumlah, intinya, mereka tidak boleh jatuh miskin apalagi kalau memang asli masyarakat Sumedang dan tugas utama pemimpin Sumedang adalah mendistribusikan keadilan sosial juga ekonomi.“ Tuturnya.

Sumber : http://eljabar.com