Kekurangan Gizi, Remaja Ini Berat Badannya Hanya 14 Kilogram

by -56 views

 

 

Bagi warga yang tidak mampu asupan gizi dan makanan sehat bagi kebutuhan perkembangan dan pertumbuhan tubuh menjadi sesuatu yang sulit dijangkau. Sehingga tak sedikit warga yang berada di garis kemiskinan mengalami lambatnya pertumbuhan bahkan mengalami gizi buruk menjadi potret tingginya angka kemiskinan di Kota Tasikmalaya.

Salah satunya Dedi Hamdani (17) warga Kampung Sudimara Kelurahan Karikil Kecamatan Mangkubumi Kota Tasikmalaya ini, alami gizi buruk dari sejak lahir. Meski usianya sudah remaja namun berat badannya seperti balita hanya 14 kilogram.

Akibat kekurangan pasokan gizi, karena kondisi perekonomian keluarga yang sangat kurang. Sehingga kondisi tubuh Dedi pertumbuhannya terhambat. Berat badannya tidak wajar diusianya yang semestinya setara dengan anak SMA kelas 2.

“Teman sebayanya saat ini sudah sekolah di SMA,”ungkap Aay Sumarni sang ibu yang saat ditemui dikediamannya tengah menggendong Dedi, Minggu (29/5/2016).

Diungkapkan Aay, anak semata wayangnya itu diketahui kekurangan gizi saat usia 2 tahun. Saat itu anaknya sempat sakit, setelah sembuh hingga saat ini pertumbuhannya tidak pernah berubah. Kondisi fisiknya sangat kemah dan hanya menangis bila ada sesuatu maupun keinginannya,”katanya.

Hingga kini, kata Aay, anaknya tersebut belum pernah dibawa berobat. Sebab dirinya hanya bekerja serabutan bantu-bantu tetangganya sebagai buruh bordir. Dirinya hanya seorang diri merawat Dedi. Sebab suaminya sudah meninggal sejak Dedi usia 3 tahun.”Upah dari hasil kerjanya hanya bisa mencukupi untuk kebutuhan makan sehari-hari. Kalau untuk berobat kami tidak punya,”ucapnya.

Keterbatasan biaya menjadikan dirinya tidak bisa membawa anaknya untuk berobat. Jangankan berobat ke dokter spesialis, meski hanya sekedar berobat ke mantri kesehatan setempat pun, sejak belasan tahun ini bisa diitung dengan jari.

Ironis, meski sudah lapor ke aparat setempat, keluarga miskin tersebut belum tersentuh bantuan dari Pemerintah Kota Tasikmalaya. Diakui Aay, saat usia 5 tahun anaknya semoat di bawa ke Rumah Sakit Bandung. Karena selama perawatan memerlukan biaya maka keluarga memutusakan untuk membawa pulang anaknya tersebut.

“Kami hanya bisa pasrah dan berdoa dengan kondisi anak saya ini ada orang yang masih peduli dan bantuan dari pemerintah. Agar anaknya bisa sembuh dan hidup normal seperti anak remaja lainnya,”katanya.