Kelebihan dan Kekurangan Terapi Sinar Biru untuk Atasi Jerawat

by

JERAWAT masih menjadi problema bagi sebagian orang hingga saat ini. Berbagai cara ditawarkan untuk menjadi solusi dari permasalahan jerawat. Mulai dari menggunaakan obat totol jerawat, hingga berkunjung ke klinik kecantikan. Salah satu treatment di klinik kecantikan yang dapat Anda pilih adalah terapi sinar biru.

Blue light therapy, ditulis dalam medicalnewstoday.com, merupakan salah satu cara yang dapat Anda pilih untuk mengatasi permasalahan jerawat. Terapi yang satu ini dilakukan dengan menggunakan sinar biru dari sebuah alat yang kemudian ditembakkan ke beberapa area di wajah Anda. Namun, pada umumnya, terapi ini hanya bisa mengobati area yang dapat dijangkau oleh cahaya.

Saat melakukan proses penyinaran dalam terapi sinar biru., Anda dapat memilih dua posisi yang Anda rasa paling nyaman, yaitu duduk atau tidur terlentang. Kemudian, alat yang digunakan dalam proses penyinaran akan diletakkan di dekat wajah Anda selama kurang lebih 20-30 menit. Alat tersebut akan memancarkan gelombang biru yang memiliki panjang sekitar 405-420 mm.  Gelombang biru inilah yang memiliki fungsi untuk membunuh bakteri penyebab jerawat, yaitu bakteri p.acnes.

Kelebihan dan kekurangan terapi sinar biru

Terapi sinar biru dinilai memiliki beberapa kelebihan dibandingkan dengan treatment lainnya. Di antaranya adalah aman, tanpa rasa sakit, bebas dari obat, risiko yang ditimbulkan kecil, dan lain sebagainya.

Tak hanya bisa mengendalikan pertumbuhan jerawat, blue light therapy juga dipercaya dapat mengurangi peradangan,mengontrol minyak pada wajah, serta menyamarkan bekas jerawat. Anda bisa melakukan terapi ini secara berkala hingga mendapatkan hasil yang sesuai dengan keinginan Anda.

Pada umumnya, blue light therapy tidak menimbulkan efek jangka panjang yang serius. Meski begitu, terapi ini menimbulkan reaksi kecil pada kulit Anda, salah satunya adalah kulit menjadi kering. Tak perlu khawatir, karena Anda dapat mengatasi hal tersebut dengan rutin menggunakan pelembab wajah ataupun face mist.

Akan tetapi, apabila Anda mengalami kondisi porfiria, yaitu gangguan darah yang menyebabkan adanya peningkatan kepekaan terhadap cahaya, sebaiknya Anda menghindari melakukan treatment blue light therapy ini. Selain itu, terapi ini juga lebih baik dihindari jika Anda alergi terhadap porfirin atau menderita penyakit lupus.

 

 

Sumber : http://www.pikiran-rakyat.com