Kelompok Tani di Sumedang Minta Perhatian Bupati Baru

by -136 views

Masyarakat kelompok tani di sejumlah desa pelosok, berharap besar kepada Bupati Sumedang terpilih nanti bisa memprioritaskan kesejahteraan petani di pedesaan.

Para petani di desa pelosok, umumnya kurang mendapatkan perhatian, sehingga taraf kehidupannya pun masih banyak yang belum sejahtera.

“Kalau kami hanya berharap, bupati nanti bisa turun langsung melihat keadaan kami di kampung yang hanya mengandalkan dari hasil pertanian,” ujar Ketua Gabungan Kelompok Tani, Desa Ganjresik, Supriyatna, Sabtu (30/6).

Menurut dia, sektor pertanian di wilayah pelosok harus mendapatkan perhatian penuh. Sebab pendapatan warga di desa pelosok hanya dari hasil kebun dan hasil pertanian.

Dimana, hingga kini, kata dia, masih banyak para petani yang masih mengalami kesulitan. Antara lain kesulitan modal, kesulitan dalam mengolah dan kesulitan memasarkan hasil olahan hasil bumi.

“Banyak hasil bumi yang kami dapatkan, kalau diolah atau bisa dipasarkan akan menjadi pendapatan yang besar bagi kami,” katanya lagi.

Menurutnya, para petani di desa memang perlu dukungan secara langsung baik berupa modal, sarana dan prasarana hingga pengetahuan.

“Tentunya petani juga ingin dikunjungi, agar bisa menyampaikan aspirasi secara langsung ke bupati. Ya untuk dukungan moral,” ucapnya.

Dikatakan kelompok tani lainnya, sebelumnya memang, ada bantuan-bantuan untuk pengembangan pertanian di pelosok. Tapi kadang bantuan dinilai kurang maksimal karena hanya bersipat antar waktu.

“Intinya sih kalau bisa bantuan itu kontinyu, terus harus tepat sasaran,” ungkap petani lainnya.

Para petani juga menyoroti, sosok bupati nanti, diharapkan bisa memajukan pertanian secara keseluruhan. Seperti di wilayah pelosok, sebenarnya sektor pertanian memiliki peran penting dan sangat potensi untuk menjadi sumber kesejahteraan masyarakat.

“Banyak hamparan kebun, pesawahan yang memang kalau digaraf dengan maksimal bisa menjadi sumber pendapatan bagi kami. Contohnya kebun sayuran di Desa Cimungkal bisa mencapai puluhan hektar. Kalau saja nanti pemerintah bisa memperhatikan kami lebih, kami bisa sejahtera,” kata Asep Mansyur, ketua kelompok tani asal Desa Cimungkal.

 

 

 

Sumber : http://jabar.pojoksatu.id