Kembar Siam Berhasil Dipisah

by -24 views

Kembar Siam Berhasil Dipisah

Jatinangorku.com – Bayi conjoint twin parasitic, Ginan Septian Nugraha akhirnya menjalani operasi pemisahan selama sekitar 90 menit di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS), Rabu (25/9). Operasi pemisahan yang dimulai pukul 09.00 WIB hingga 10.30 WIB dilakukan untuk memperlancar pernapasan Ginan yang terhalang oleh bagian yang menyerupai kaki di lidah dan rahangnya. 

“Ginan sudah selesai dioperasi. Kini tinggal diobservasi sambil menunggu luka operasi kering sekitar 5-7 hari. Mudah-mudahan bisa cepat pulih dan bisa pulang,” ujar ketua tim yang menangani Ginan, dr. Abdurachman di RSHS, kemarin.

Operasi ini ditangani 15 dokter. Di antaranya terdiri dari dokter anak, dokter bedah anak, dan dokter anastesi. Salah satu dokter bedah yang turut melakukan operasi, dr. Dicky Derajat mengungkapkan, operasi di antaranya melakukan pemisahan bagian yang menempel di lidah Ginan. Sebagian daging yang diselimuti kulit menempel di bagian kiri lidah Ginan. Selain itu juga dilakukan pemisahan di bagian rahang bawah dan langit-langit bagian sebelah bawah. Akibat pemisahan bagian yang menempel di lidah, Ginan diperkirakan akan mengalami kesulitan berbicara. 

“Karena ada bagian lidahnya dioperasi. Kemungkinan akan mengalami gangguan berbicara. Tetapi tindakan ini diambil untuk menyelamatkan jiwa Ginan,” jelas Dicky.

Bagian yang berhasil dipisahkan yaitu sepotong bagian yang menyerupai kaki dengan 8 jari, sepotong bagian yang menyerupai kaki dengan 4 jari, dan satu bagian yang menyerupai tangan dengan 4 jari. 

Diungkapkan Dicky, setelah menjalani operasi, mulut Ginan belum bisa menutup. Itu karena terjadi kelainan pada bagian rahang, akibat sendi rahang tidak pada tempatnya dan terjadi gangguan bentuk rahang. Agar mulut Ginan bisa tertutup perlu dilakukan operasi di kemudian hari.

“Saat ini kita fokus pada pemisahan bagian yang menempel. Di kemudian hari bisa dilakukan operasi dengan melibatkan dokter bedah plastik dan dokter bedah mulut,” jelas Dicky.

Sedangkan dokter anastesi yang terlibat dalam operasi, dr. Kaswian mengungkapkan, saat ini yang perlu dijaga yaitu Ginan terhindar dari infeksi. Karena jika terjadi infeksi akan menimbulkan masalah baru bagi bayi. Selain itu, nutrisi kepada Ginan juga harus dipelihara. Caranya memasukkan nutrisi melalui slang. 

Sangat senang

Sementara itu, orangtua Ginan Septian Nugraha, Aep Supriatna mengaku sangat senang anaknya telah melewati operasi pemisahan. Hal itu membuatnya menjadi lebih tenang dibandingkan hari-hari sebelumnya.

“Ya kalau sekarang jadi lebih tenang. Mudah-mudahan bisa cepat pulih, cepat sembuh, dan cepat pulang,” kata Aep.

Namun karena masih harus menunggu beberapa hari lagi, Aep mengaku akan tetap berada di RSHS. “Saya akan berada di sini (RSHS, red) untuk menemani Ginan. Tetapi karena tidak bekerja, kebutuhan sehari-hari orang di rumah terpaksa meminta bantuan saudara-saudara yang lain,” ujarnya. 

Sedangkan untuk biaya operasi Ginan, Aep mengaku telah memperoleh informasi akan dibantu pemerintah. “Ada yang bilang ke saya ini ditangani pemerintah. Tetapi secara resminya saya belum tahu,” tutur Aep. 

Tumor

Sebelumnya, Ginan sempat disebut sebagai bayi kembar siam. Namun ternyata ada teori lain yang menyatakan, bagian yang menempel pada Ginan merupakan tumor.

“Memang ada dua kemungkinan. Pertama, bagian tersebut merupakan sel-sel yang mampu membangun bermacam jaringan seperti tulang, rambut, dan lainnya. Atau juga (kemungkinan kedua, red) berasal dari kembar siam yang tidak sempurna,” ungkap ketua tim dokter yang menangani Ginan, dr. Abdurachman di RSHS, Rabu (25/9).

Jika ini tumor, lanjut Abdurahman, merupakan tumor jinak. Setelah diambil atau dipisahkan dari Ginan, diprediksi tidak akan kembali tumbuh. Kecuali jika memang terdapat sel yang tertinggal.

“Tetapi kemungkinan untuk tumbuh kecil sekali,” katanya.

Untuk kasus Ginan, secara medis Abdurachman menyebutnya teratoma. Dalam sejumlah kamus kesehatan, teratoma adalah sebuah tumor jinak yang terbentuk dari sel germinal yang abnormal.

Abdurachman mengungkapkan, kasus seperti Ginan memang sangat langka. Namun ia tidak bisa memastikan apakah Ginan merupakan kasus pertama yang ada di Indonesia.

“Kabarnya sebelumnya sudah ada, tetapi bukan menempel di mulut,” kata Abdurachman. 

Seperti diketahui, selain terdapat bagian yang menyerupai dua kaki dan satu tangan yang menempel di lidah dan rahangnya. Di bagian yang menempel juga terdapat dua buah penis.

Dari dua kemungkinan tersebut, Abdurachman meyakini memang perlu ada penelitian lebih lanjut terkait kasus Ginan. Dan terlepas dari semua itu, bagian yang menempel telah berhasil dilepaskan dari Ginan. Kedua orangtua Ginan tentu berharap doa dari kita semua agar Ginan bisa tumbuh sehat.

Sumber : http://klik-galamedia.com