Kemendagri Tetapkan Tiga Inovasi Jabar Menjadi Percontohan

by -35 views
Setelah sebelumnya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menjadikan tiga inovasi Jawa Barat sabagai pilot projek percontohan untuk di aplikasikan di daerah lain, kini giliran Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) yang juga mendorong provinsi lain meniru sistem kinerja yang dilakukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat.
Tiga inovasi tersebut yakni e-samsat, tunjangan pegawai berbasis kinerja, serta sistem perizinan san pelayanan terpadu merupakan inovasi yang dilahirkan di Jawa Barat.
Ketiga terobosan tersebut dinilai telah berhasil untuk meciptakan Good Governance di lingkungan Pemerintahan Jawa Barat. Sehingga tidak perlu lagi menciptakan inovasi baru untuk diterapkan karena inovasi-inovasi yang lahir di Jabar telah terbukti berhasil.
Hal tersebut disampaikan oleh Kasubdit Peningkatan Kapasitas Daerah Kemendagri, Gensli saat mengunjungi Gedung Sate, Bandung, Selasa (21/2/2017).
Gensli menilai Pemprov Jawa Barat telah berhasil menerapkan sejumlah inovasi unggul sehingga ia didorong agar penerapan inovasi-inovasi serupa diterapkan di provinsi lain.
“Inovasi-Inovasi dari jabar ini sudah ditularkan ke 17 provinsi lainnya. Mudah-mudahan 34 provinsi nanti akan tertular,” kata Gensli usai pertemuan dengan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan.
Sistem-sitem ini dikatakannya sudah dibuat oleh Pemerintahan Provinsi Jawa Barat dengan sangat baik, tentunya akan lebih baik juga jika diterapkan di provinsi lainya.
“Dibutuhkan provinsi lainnya, sehingga tidak perlu lagi membuat hal yang sama, ini sudah terbukti sudah diuji cobakan. Ini prosesnya panjang dan terbukti unggul. Lah kenapa kita harus bikin yang baru lagi. Kita pusat ingin mendorong seperti itu” imbuhnya.
Sehingga dengan berkaca pada Jabar, pihaknya akan mendorong Kepala Daerah lainya untuk melakukan hal sama dengan Jawa Barat.
“Jadi kami dari Kemendagri melihat bagaimana inovasi yang dilakukan Pemprov Jabar dibawah kepemimpinan Pak Gubernur (Ahmad Heryawan) saat ini. Jadi jangan sampai juga kita lihat kinerja kepala daerah identik korupsi, belum lagi kasus lainnya seperti selingkuh dan narkotika,” ujarnya.
Gubernur Ahmad Heryawan pun sumringah melihat respon positif dari pemerintah pusat. Pasalnya inovasi yang dilakukan jajarannya untuk kesekian kalinya mendapat pilot projek kementrian setelah sebelumnya hal yang serupa dilakukan KPK.
Gubernur yang biasa disapa Aher, inovasi-inovasi tersebut memang sangat memudahkan pemantauan terhadap aktifitas jajarannya serta memudahkan pelayanan terhadap masyarakat demi menghindari praktik percaloan.
Seperti contoh pada e-samsat warganya dimudahkan membayar pajak kapanpun dan dimanapun melalui ATM. Sehingga tidak perlu lagi mengantri dan membawa sejumlah berkas yang merepotkan.
“Jadi mudah, pasti terhindari dari pungli. Nggak mungkin ada calo.
Ini salah satu best practice dari Jabar yang tadi dipresentasikan,” ujar Aher di tempat yang sama.
Di bidang perizinan, kata Aher, Pemprov Jabar menerapkan pelayanan berbasis teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Cara ini disebut lebih cepat dan memghindarkan dari pungli dan peluang penyimpangan lainnya.
Belul lagi ada inovasi tunjangan penghasilan pegawai (TPP) berbasis kinerja yang juga terbukti meningkatkan kualitas kinerja dan kesejahteraan aparatur sipil negara (ASN). Tunjangan ini merupakan pengganti honor yang dinilai tidak adil.
“Nggak ada lagi honor tapi tunjangan kinerja.Kalau honor dulu memang ada nuansa ketidakadilan. (OPD) yang banyak proyek maka banyak honornya. Kalau sedikit sedikit juga.
Padahal sama-sama ASN. Sekarang nggak ada situasi itu,” tuturnya.
Kemudian inovasi unggulan lainnya adalah sistem dalam Laporan Pemerintahan dan Pembangunan Daerah (LPPD).
Selain tiga inovasi tersebut, Ia mengatakan pihaknya menghasilkan banyak inovasi lainnya yang kini terus dikembangkan Pemprov Jabar, terutama yang bermanfaat langsung bagi masyarakat salah satunya inovasi di bidang pertanian.
“Inovasi menghindari lalat buah, juga di menghindarkan daun busuk di kentang, membuat tea powder. Kelihatannya kecil tapi dampaknya besar dan menguntungkan masyarakat,” pungkasnya