Kemenkum Jabar Cek Kabar Napi Sukamiskin Bisa Pelesiran ke Apartemen

by -26 views

Tim dari Kemenkum HAM Jabar tengah bergerak untuk mengusut kabar napi di Lapas Sukamiskin yang bebas pelesiran ke luar lapas. Mereka juga mendalami kabar mengenai napi yang bisa bertamasya di salah satu apartemen di Kota Bandung.

Kakanwil Kemenkum HAM Jabar Susy Susilawati langsung mendatangi Lapas Sukamiskin di Jalan AH Nasution, Kota Bandung, Jabar, Senin siang (6/2/2017) kemarin. Kedatangan Susy bersama pejabat Kemenkum HAM Jabar ini untuk melakukan investigasi internal berkaitan dengan pemberitaan majalah Tempo yang memuat berita, di antaranya napi bebas keluar-masuk penjara khusus koruptor ini.

“Kami kan harus melakukan pengusutan kepada pegawainya (petugas Lapas Sukamiskin), apakah betul nggak dituduhkan Tempo tersebut. Bukan lagi mengusut (berita) Tempo itu benar atau tidak. Tapi kan secara internal kami harus melakukan pengusutan,” tutur Susy di halaman Lapas Sukamiskin.

“Kami mengetahui (napi keluar-masuk penjara) selama ini prosedural,” ucapnya.

Dia mengaku sudah meminta konfirmasi Kalapas Sukamiskin Dedi Handoko. Susy menyebut pengeluaran warga binaan atau napi di Lapas Sukamiskin ini sesuai dengan tahapan prosedur alias tidak ada penyimpangan.

“Terkait pemberitaan Tempo, kami sudah cek ke Pak Kalapas. Bahwa pada dasarnya setiap pengeluaran warga binaan itu sudah sesuai prosedur. Kalau dia memang sakit, pasti ada rujukan dari dokter. Sebelum ada rujukan, kami melakukan sidang TPP dan verifikasi,” tutur Susy.

Setelah proses tersebut, sambung dia, berdasarkan SOP, dilakukan pengawalan terhadap warga binaan yang keluar dari Lapas Sukamiskin oleh petugas dan polisi. Sewaktu napi berada di luar, petugas Lapas Sukamiskin selalu menyampaikan laporan tiap jam.

“Ke luar itu tiap jamnya pasti yang mengawalnya membuat laporan. Nah, semua laporan selama ini baik-baik saja. Tidak ada penyimpangan-penyimpangan,” ujar Susy.

Meski begitu, Susy menegaskan pihak Kemenkum HAM Jabar dan Inspektorat Jenderal Kemenkum HAM tetap menyelidiki soal pemberian majalah Tempo edisi tersebut. Proses investigasi tengah berlangsung.

“Tim kami (Kemenkum HAM Jabar) sudah memulai (penyelidikan). Kalau Inspektorat itu besok (investigasi),” ucap Susy.

Secara prosedural dari pihak Lapas Sukamiskin soal izin keluar-masuk penjara, Susy menyebut belum ditemukan penyimpangan. Namun, menurut dia, hal-hal menyimpang dilakukan napi saat berada di luar lapas, seperti menyalahgunakan izin cek penyakit ke rumah sakit, tapi berkunjung ke tempat lain, memang bisa terjadi.

“Sangat bisa saja terjadi penyimpangan,” kata Susy.

“Rujukannya kan ke rumah sakit. Kalau ke apartemen, berarti ada penyimpangan. Justru itu, kalau betul, kenapa ke apartemen?” Susy menjelaskan.