Kementrian PUPR Masih Lakukan Perbaikan di Jalan Tomo yang Ambles

by -89 views

Penanganan Jalan Tomo yang ambles di Kampung Cireki RT 02/RW 02, Desa Bugel, Kecamatan Tomo, hingga hari ketiga pascajalan ambles, Rabu 8 Maret 2017, masih dalam proses perbaikan. Setelah jalan ambles diuruk batu berangkal hingga rata, selanjutnya dilapis sirtu (pasir batu) supaya jalannya lebih rata dan padat. Sebab, meski sebelumnya sudah diuruk, tanah urukannya kembali ambles karena tak kuat menahan beban berat dari kendaraan angkutan berat yang melintas di ruas jalan tersebut.

Selain terus dilakukan perataan dan pemadatan, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Wilayah VI DKI Jakarta, Jabar dan Banten, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) hari ini menargetkan perbaikan jalannya bisa dilalui kendaraan dua lajur. Hingga pukul 11.30 WIB, perbaikannya baru bisa dilewati satu lajur. Karena masih diperbaiki, sehingga arus lalu lintas kendaraan dari arah Bandung ke Cirebon dan sebaliknya, diberlakukan buka- tutup oleh Satuan Lalu Lintas Polres Sumedang. Buka- tutup kendaraan itu, membuat antrean panjang kendaraan hingga mencapai sekitar 4 km dari dua arah.

“Target perbaikan jalan hari ini, sampai bisa dipakai dua lajur. Mudah-mudahan tercapai,” ujar Pelaksana BBPJN Wilayah VI DKI Jakarta, Jabar dan Banten Kementerian PUPR, Fahri ketika ditemui di lokasi jalan ambles di Kampung Cireki, Desa Bugel, Kecamatan Tomo, Rabu 8 Maret 2017.

Mengingat tingginya curah hujan, lanjut dia, sehingga perbaikan sementara jalan ambles, sekalian dengan memperbaiki drainase (saluran air) yang ambrol di bahu jalan. Hal itu, supaya air hujan tidak menggenangi badan jalan sehingga jalannya tak ambles lagi. “Makanya, sekalian akan diperbaiki dulu saluran airnya,” tutur Fahri.

Menurut dia, sampai sekarang, BBPJN belum bisa memastikan teknis perbaikan permanen karena masih menunggu desain kontruksinya. Treatment perbaikan permanen tergantung perencana. Dalam prosesnya, terlebih dahulu dilakukan penelitian kondisi tanah. “Apakah treatment -nya harus dibuat pancang dan kontruksi jalan beton, itu tergantung perencana. Kami masih menunggu desainnya. Mudah-mudahan, dalam waktu dekat ini desainnya bisa selesai,” ucapnya.

Ditanya sebelum ambles, jalan tersebut baru selesai diperbaiki oleh pemborong, Fahri mengonfirmasi, jalan ambles itu bukan karena baru diperbaiki oleh kontraktor, melainkan akibat faktor bencana alam. Sebab, kondisi tanahnya labil dan terus ekspansif (bergerak). Tak heran, ruas Jalan Tomo sering ambles. Labilnya tanah, salah satunya pengaruh adanya patahan di kawasan itu. Dampak patahan membuat tanahnya terus bergerak. “Patahan ini lah yang memicu tanahnya ekspansif, ditambah lagi curah hujan tinggi. Jalan ambles di sini, bukan tahun ini saja, tapi tahun-tahun sebelumnya sudah beberapa kali terjadi,” tuturnya.

Fahri menambahkan, tak hanya memperbaiki jalan ambles, BBPJN pun tahun ini akan memperbaiki jembatan yang bolong di ruas Jalan Raya Bandung-Cirebon, tepatnya di daerah Ciherang, Kecamatan Sumedang Selatan. Begitu pula akan memperbaiki jalan berlubang berbentuk kubangan air di daerah Tolengas, Kec. Tomo. “Tahun ini, kami akan perbaiki,” katanya