Kenaikan Mencapai 50 Persen Disdukcasip Sumedang Diserbu Pemohon KTP

by -12 views

Kenaikan Mencapai 50 Persen Disdukcasip Sumedang Diserbu Pemohon KTP

Jatinangorku.com – Pekan pertama kerja usai libur Lebaran, kantor Dinas Kependudu­kan dan Pencatatan Sipil (Disdukca­pil) Kab. Sumedang diserbu pemohon kartu tanda penduduk (KTP) manual, Rabu (6/8). Mayoritas pemohon me­ng­aku membutuhkan KTP untuk me­ngurus keperluan administrasi, seperti persayaratan melamar pekerjaan,

“Dalam tiga hari ini, terjadi kenaikan pemohon KTP sekitar 50% lebih dari hari biasanya. Pada hari biasa pemohon mencapai sekitar 300-an, tapi sekarang menjadi 400-500 pemohon,” kata Kepala Disdukcasip, H. Dadang Sukma, S.H., M.Si. di ruang kerjanya.

Diberlakukannya pelayanan KTP manual menyusul adanya kebijakan massa berlaku sistem informasi administrasi kependudukan (SIAK) sampai 31 Desember 2014. Kebijakan itu lahir akibat program e-KTP tidak berjalan mulus. “Bagaimanapun pelayanan terhadap pemohon KTP harus tetap berjalan. Kasihan, gara-gara tidak punya KTP kesempatan masyarakat untuk mendapatkan pekerjaan atau melanjutkan pendidikan jadi terhambat,” ujarnya.

Menyikapi pentingnya KTP bagi masyarakat, pihaknya berusaha untuk meningkatkan pelayanan dengan cara memangkas standar operasional prosedur (SOP) pembuatan KTP manual dari 14 hari menjadi 3 hari. “Sesuai kebijakan pusat, KTP manual masih berlaku hingga 31 Desember 2014. Selanjutnya mengingat pemohon KTP manual setiap harinya cukup tinggi, maka kami memandang perlu melakukan pemangkasan terhadap SOP yang sudah berjalan. Terutama dari sisi waktu, yakni dari 14 hari menjadi 3 hari kerja,” sambungnya.

Menurut Dadang, dengan waktu tiga hari diharapkan dapat memberikan jawaban terhadap keluhan warga selama ini. Terutama atas lambannya proses pembuatan KTP manual. “Paling lambat dalam waktu tiga hari kerja terhitung sejak pendaftaran sampai pemrosesan, KTP manual sudah bisa diterima si pemohon. Bahkan jika pendaftarannya dilakukan pagi hari, asalkan si pemohon mau menunggu, maka pada sore harinya KTP tersebut sudah bisa dibawa pulang,” terangnya.

Hingga saat ini program e-KTP masih terkendala masalah teknis. “Misalnya, untuk Kab. Sumedang saja terdapat sekurangnya 250.000-an warga yang belum menerima e-KTP. Jumlah itu masuk dalam perekaman data pada pertengahan 2013,” tegasnya.

Sumber : http://www.klik-galamedia.com/