Kenali Penyakit Mata AMD Lebih Dekat Sebelum Terlambat

by -32 views

Kenali Penyakit Mata AMD Lebih Dekat Sebelum Terlambat

Jatinangorku.com – Saat usia mulai lanjut, performa tubuh pun mulai menurun, hal ini tentu juga terjadi pada mata. Sebagian orang yang lanjut usia cenderung mengabaikan perubahan-perubahan yang terjadi pada penglihatan mereka, padahal bisa saja yang mereka alami adalah AMD atau Age Macular Degenration. Padahal penyakit ini jika terlambat ditangani, bisa menyebabkan akibat cukup fatal.

Penyakit ini ditandai dengan adanya bintik-bintik kecil kuning di mata pasien. Namun bintik-bintik ini hanya bisa diperiksa dengan alat medis. Maka dari itu, memeriksakan diri ke dokter adalah hal yang perlu dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan, termasuk kesehatan mata. Namun sebenarnya pada fase ini, pasien belum membutuhkan penanganan yang cukup serius.

Kondisi ini bisa menjadi lebih buruk di mana penglihatan menjadi terganggu. Sebuah garis lurus tiba-tiba bisa terlihat bergelombang, atau saat membaca, beberapa kata menjadi tidak terlihat. Mulanya gejala-gejala ini hanya mempengaruhi satu mata, namun lambat laun juga bisa mempengaruhi mata lainnya.

“Benda-benda di sekitarnya mungkin Nampak jelas, tetapi ketika pasien mencoba untuk memusatkan perhatian, contohnya, wajah seseorang, mereka akan melihat wajah tersebut seperti noda gelap. Pasien dengan AMD sangat jarang buta total,” kata Dr Lim, yang mana artikelnya tentang AMD baru-baru ini diterbitkan dalam The Lancet.

Orang yang rentan terkena AMD ini adalah mereka yang berusia 50 tahun ke atas. Hal ini disebabkan oleh penuaan sel-sel retina pada mata. Terdapat dua jenis AMD yaitu AMD kering retina mulai rusak secara perlahan dan AMD basah kerusakan terjadi lebih cepat bahkan hanya dalam beberapa hari.

AMD memang disebabkan oleh penuaan, namun ternyata ada kok cara untuk mengurangi risikonya seperti di bawah ini.

Mengenakan kacamata

Ini akan membantu melindungi mata Anda dari radiasi ultraviolet matahari.

Berhenti merokok
Ini adalah salah satu faktor resiko yang ditetapkan paling jelas. Sekitar 30% pasien AMD yang ada di Singapore National Eye Centre adalah perokok.

Makan dengan benar
Makanan yang kaya akan karotenoida (seperti wortel, tomat atau labu) dan antioksidan (seperti wolfberries) membantu memperlambat penurunan. Mereka bahkan dapat mencegah penyebaran AMD ke mata yang tidak terjangkit. Suatu pola makan seimbang rendah lemak dalam sayuran berdaun hijau juga direkomendasikan.

Mencari bantuan lebih awal
Secara berkala tutup satu mata untuk melihat apakah ada gangguan penglihatan dan cari bantuan pada tanda-tanda pertama suatu masalah.

Kendalikan tekanan darah
Jika Anda telah mempunyai tekanan darah tinggi, minum obat Anda secara teratur untuk menjaganya tetap terkontrol.

Sumber : http://www.vemale.com/