Kepedulian Guru-Pelajar dan Polisi di Sumedang saat Satu Peserta Ujian Alami Patah Kaki

by -32 views

Dede Ali Rahman (17), peserta ujian nasional berbasis komputer (UNBK) di SMKN Situraja harus dijemput ke rumahnya supaya bisa ikut ujian, Senin (3/4/2017). Siswa kelas XII TKR 1 ini belum datang ke sekolah sampai pukul 07.30. Pihak sekolah harus menjemput ke rumahnya di Dusun Banjarasih, Desa Banjarsari, Kecamatan Jatinunggal yang berjarak 20 km.

“Kami harus menjemput peserta UNBK ini karena sampai pukul 07.30 belum sampai ke sekolah,” kata Dedi Mulyadi, Wakil SMKN 1 Situraja bidang kesiswaan, Senin (3/4).

Menurutnya, Dede mengalami sakit karena patah tulang akibat kecelakaan lalu lintas dan kakinya masih dipasang pen sejak dua bulan lalu. “Kami sudah mengirimkan surat ke Dinas Kesehatan melalui Kepala Puskemas Jatinunggal pengajuan permohonan bantuan mobil ambulan untuk membawa siswa ke sekolah,” katanya.

Surat permohonan sudah disampaikan Rabu (29/3) lalu karena siswa ini berasal dari keluarga tidak mampu. “Kaki kanan dipasang pen dan harus mendapat penanganan khusus saat membawanya sehingga kami meminta bantuan ada ambulans,” katanya.

Disebutkan, pihak Puskesmas Jatinunggal menyanggupinya namun saat hari H, UNBK ternyata peserta UNBK ini tak datang diantar ambulans. “Dia mengalami kecelakaan patah tulang kaki kanan dan sekarang menjalani rawat jalan,” katanya.

Sekolah akhirnya menjembut Dede ke rumahnya. “Peserta UNBK ini bisa ikut ujian pada sesi kedua. Para guru, pelajar lainnya dibantu anggota polisi menggotong peserta ke ruangan khusus supaya bisa ikut ujian,” katanya.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes), Retno Ernawati meminta maaf kepada pihak sekolah, peserta UNBK serta keluarganya karena Kepala Puskesmas Jatinunggal tidak responsif. “Sebelumnya, sampaikan permohonan maaf kami. Saya sudah menegur Kepala Puskesmas Jatinunggal yang tidak mematuhi perintah dari Sekretaris Dinkes,” kata Retno melalui sambungan telepon, Senin (3/4).

Menurutnya, setelah mendapat surat permohnan bantuan ambulan dari Kepala SMKN 1 Situraja, Sekretaris Dinkes dan Bidang Pelayanan Kesehatan memerintahkan supaya memberikan bantuan ambulans tanpa ada pungutan biaya. “Ternyata Kepala Puskesmas Jatinunggal kurang responsif pada waktunya,” kata Retno.

Disebutkan, siswa peserta UNBL sekarang kos di Situraja selama ujian. “Hari Kamis lusa, kami jemput untuk kontrol ke rumah sakit,” katanya