Kepedulian Warga Cegah Aksi Predator Anak

by -25 views
Relawan Tim Reaksi Cepat (TRC) Komisi Perlindungan Anak Adriana Eko Susanti mengatakan hikmah bermunculannya kasus pelecehan hingga kekerasan anak dan perempuan ke permukaan membuat korbannya berani melapor.
“Memang kasusnya membuat masyarakat resah, namun di balik itu hikmahnya kejadian ini menjadi pemicu atau trigger hingga korban pelecehan dan kekerasan seksual lain berani melaporkan kejadian yang menimpanya,” ujar Adriana, Selasa (17/05/16).
Dengan menguaknya kasus pelecehan dan kekerasan seksual, sambung Adriana akan menjadi perhatian dan kepedulian publik hingga mencegah pelaku pelecehan dan kekerasan seksual.
“Dengan adanya perhatian dan kepedulian publik atau masyarakat, pelaku pelecehan dan kekerasan seks atau predator anak ini akan berpikir kembali jika ingin melakukan tindakan kelainan seksual, sambungnya.
Pemilik dan psikolog dari Klinik Lintas Healing Center atau Bengkel Hati ini memaparkan bahwa pelaku predator mengincar anak-anak karena mereka tak berdaya.
“Ini bukan hanya tugas pemerintah, pemerhati anak atau media, tetapi juga tugas kita bersama untuk bahu membahu memberikan tindakan preventif berupa sosialisasi info bullying, kekerasan terhadap anak atau perempuan hingga penyimpangan seks remaja,” papar Adriana.
Fenomena pelecehan dan kekerasan seksual ini juga karena perkembangan teknologi informasi yang berkembang pesat dan susah dibendung.
“Kita agak susah membendung perkembangan teknologi informasi, tetapi melalui pendidikan budi pekerti yang akan digalakkan kembali oleh Kementerian Pendidikan, diharapkan bisa membendung tindakan para predator,” jelasnya.
Ia juga menghimbau agar predator anak sadar akan penyakit kelainan seksnya, dan berobat ke klinik atau psikolog terdekat.
“Penyakit kelainan seks bisa disembuhkan asalkan dari dalam dirinya sadar dan mau mengubah diri. Harus ada penelitian langsung dan lebih detail dengan mereka, agar tahu kenapa mereka menjadi seperti itu, dan dari situ kita tahu cara penanganannya,” katanya.
“Keluarga juga harus mendukung agar pelaku kelainan seksual ini bisa sembuh. Kecerdasan intelektual, spiritual dan emosional berperan untuk mencegah tindakan pelecehan dan kekerasan seksual,” lanjut Adriana.
Minggu, (15/05) orang tua anak perempuan bernama Ca warga Desa Kembang Kuning Kecamatan Klapanunggal melaporkan Ah (66 tahun) ke Polsek Klapanunggal.
Orang tua korban melaporkan tersangka karena melakukan pelecehan seksual terhadap anaknya. Pelaku melakukan tindakan pelecehan saat orang tua menitipkan korban ke pelaku.
“Kejadian pelecehan seksual terjadi, Rabu (4/05) pagi saat korban dititipkan oleh orang tuanya kepada pelaku untuk dijaga. Sekitar pukul 11.00 WIB korban dijemput oleh orang tuanya, setelah sampai rumah, korban bercerita saat dititipkan di rumah pelaku, korban dilecehkan oleh pelaku,” ucap Kapolsek Klapanunggal AKP Wagiman.
Keluarga korban yang tidak terima tindakan pelaku, sempat mendatangi pelaku lalu melapor ke Polsek Klapanunggal.
“Setelah mendapat laporan dari keluarga korban kemudian kanit reskrim beserta anggota mendatangi rumah pelaku dan membawa, serta mengamankan pelaku ke Polsek Klapanunggal. Karena korbannya masih anak di bawah umur dan untuk menghindari amukan keluarga, maka perkara kasus pelecehan seksual dan pelaku diserahkan ke Unit PPA Polres Bogor,” tandasnya.