Kepulangan Eks Anggota Gafatar asal Sumedang Tertahan di Rumah Singgah

by -24 views

Jatinangorku.com – Kepulangan satu keluarga mantan anggota Gafatar tertunda. Mereka yan terdiri dari tujuh orang itu ditampung di rumah sianggah milik Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) di Desa Rancamulya, Kecamatan Sumedang Utara. Kepala Dinsonakertrans, Iwa Kuswaeri menjemput mereka di rumah penampungan Dinsos Pemprov Jabar di Cimahi, Senin (1/2).

“Mereka akan menginap di rumah singgah selama satu atau dua hari, bisa juga lebih, tergantung situasi,” kata Iwa, Senin (1/2).
Menurutnya pemerintah sudah melakukan sosialisasi di kampung halaman keluarga eks Gafatar di Cilopang Girang, Desa Cilopang, Kecamatan Cisitu. “Kami sudah sosialisasi melalui pemerintahan desa dan warga mau menerima meski ada yang merasa khawatir,” kata Iwa.

Disebutkan, jika situasi di Cilopang kondusif, masyarakatnya mau menerima kedatangan kaluarga ini maka saat itu juga akan dibawa ke Cilopang. “Situasi di Cisitu sebenarnya sudah kondusif namun masih ada beberapa orang yang merasa khawatir atas kedatangan keluarga ini,” kata Kapolsek Cisitu, Ipda Sukardi.

Junaedi (42) eks anggota Gafatar ini berasal dari Cilopang Girang dan orang tuanya serta saudaranya masih ada dan mau menerima kedatangan Junaedi serta anak isterinya. Junaedi beristerikan Baedah (35) asal Desa Tanjakan, Kecamatan Karang Ampel, Kabupaten Indramayu ini dikaruniai enam anak. Anak pertama, M Darajatna (18) pendidikan SMP, kemudian Sulaeman (16) pendidikan SD, Ahmad Rizaldi (12) tidak sekolah, Panca Ambares (3) dan Cicilia Rubi Pratiwi (20 bulan). Sementara anak yang nomor empat, Dias Permana (10) berada di Indramayu mengikuti uwaknya dari ibu.

 

“Kami baru dua bulan di Kalimantan dan belum mengurus pendidikan anak, kami harus kembali lagi ke Jawa,” kata Junaedi yang sejak 1996 bermukim di Jakarta.

Junaedi mengakui sebelumnya menjadi anggota Gafatar. “Tapi seiring Gafatar bubar beberapat tahun lalu, kini saya bukan lagi anggota Gafatar,” katanya.

Ia mengaku sekeluarga pergi ke Kalimantan karena mencari penghidupan yang lebih baik sebagai transmigran

Sumber : http://jabar.tribunnews.com/