Kerusakan Akibat Amuk Massa Mulai Diperbaiki

by -11 views

Kerusakan Akibat Amuk Massa Mulai Diperbaiki

Jatinangorku.com – Kerusakan sejumlah fasilitas di Stasiun KA, Cicalengka, termasuk puluhan lembar kaca yang dirusak ratusan calon penumpang KA, Senin (19/8) pukul 05.10 WIB lalu, Rabu dan Kamis (21-22/8) sudah mulai diperbaiki PT KAI Daerah Operasional (Daop) 2 Bandung.

Kemarin, beberapa pekerja mengganti sebagian besar kaca yang pecah diamuk massa. 

“Pemasangan kaca sudah dilakukan dua hari ini,” kata mantan Kepala Stasiun KA Cicalengka yang juga menjabat di Pusat Pengendali KA Daop 2 Bandung, Hartoyo kepada “GM” di Stasiun KA Cicalengka, kemarin. 

Menurutnya, pascaperusakan fasilitas stasiun, hingga kemarin suasana terlihat kondusif. Sejumlah petugas pengamanan siaga di sekitar Stasiun KA Cialengka. 

“Tetapi pada waktu-waktu tertentu, di antaranya setiap pagi pukul 05.00 WIB ada penjagaan dari sejumlah aparat. Jam-jam itu dinilai rawan karena penumpangnya rata-rata mencapai 1.000 orang lebih. Pengamanan pun dibantu dari Polsek Cicalengka, Dalmas Polres Bandung, Koramil Cicalengka, dan sekuriti setempat,” kata Hartoyo

Namun memasuki siang hari, penjagaan seperti biasa dilakukan petugas pengamanan yang sehari-hari bertugas di stasiun KA tersebut. Yang jelas PT KAI selalu mengantisipasi pengamanan saat jumlah penumpang cukup banyak, seperti pada Sabtu dan Minggu.

Ia juga mengatakan, pascakerusuhanu, PT KAI berencana menambah kuota penumpang KRD ekonomi. Namun belum diketahui pasti karena harus ada telegram tertulis dari pusat.

“Sampai saat ini, kuota penumpang kereta rel diesel (KRD) ekonomi masih dibatasi 500 orang. Tetapi bagi mereka yang tidak kebagian karcis KRD ekonomi, bisa naik KA berikutnya,” katanya.

Meski belum ada penambahan kuota penumpang, kondisi di stasiun tetap aman dan tertib. Ia juga menduga penyebab perusakan stasiun KA Cicalengka selain karena pembatasan kuota, juga dipicu larangan bagi pedagang asongan untuk berjualan di dalam stasiun.

“Sejak saya masuk ke Stasiun KA Cicalengka, para pedagang asongan sudah tidak diperbolehkan. Tetapi untuk pedagang yang menetap, direlokasi ke sebelah barat stasiun,” katanya.

Ia juga mengatakan, keributan di stasiun KA diduga dilakukan sejumlah oknum penumpang yang biasa berangkat pada pagi itu. “Yang ribut itu, penumpang biasa,” katanya.

 

 

Sumber : http://klik-galamedia.com