Kerusakan Alam Jadi Penyebab Kekeringan

by -50 views
Kerusakan Alam Jadi Penyebab Kekeringan
Kerusakan Alam Jadi Penyebab Kekeringan

Kerusakan Alam Jadi Penyebab Kekeringan- Rusaknya ekosistem lingkungan di Jatinangor dan Cimanggung berdampak tidak hanya ke warga sekitar, tetapi berimbas pula ke kabupaten lain seperti Rancaekek Kabupaten Bandung. 

Dikatakan Ketua Komite Masyarakat Peduli Lingkungan (KMPL) Jawa Barat Apih Djaja Dipraja, bahwa banjir di Rancaekek dan kekeringan saat musim kemarau, karena rusaknya lingkungan di daerah hulu, Jatinangor Kabupaten Sumedang. 

“Sejauh mana pengawasan bupati terhadap pembangunan di Jatinangor yang berdampak pada kabupaten tetangga. Dampak erosi, banjir, sampah itu dari Hulu (Sumedang) ke hilir Rancaekek. Makanya bupati harus benar-benar konsen menjaga lingkungan,” katanya. 

Termasuk, kata Apih, masalah sosial lainnya, dari kawasan industri Cimanggung dan proyek galian di Jatinangor dampaknya bisa ke Rancaekek Kabupaten Bandung. 

Jatinangor itu salah satu kawasan hutan lindung untuk menjaga erosi. Namun kini malah rusak dan imbasnya ke Rancaekek. Kami memohon kepada pihak yang berkepentingan (kadis dan Bupati) untuk mengawasi pembangunan di Jatinangor,” katanya. 

Dalam hal ini pemerintah provinsi harus benar-benar mengawasi agar tidak terjadi eksploitasi dan erosi di Jatinangor yang bisa berimbas ke Kabupaten lain. 

“Mudah-mudahan dengan adanya pengawasan ketat dari Pemerintah Provinsi dan Kabupaten Sumedang agar benar-benar komitmen menjaga lingkungan,” katanya.

Sementara itu, dampak rusaknya ekosistem hutan di kawasan Gunung Geulis, sejumlah masyarakat harus mengantre mencari air dari sumur pompa milik salah satu perusahaan. Warga berdalih, sumur rumahan sudah tak menyimpan air cadangan.

 

Baca Juga :  Stres Akibat Covid-19, Ruli Nekad Loncat ke Sungai Cikeruh Jatinangor Sumedang

 

“Ya untuk keperluan mandi cuci kakus, harus mengambil air di sumur pompa. Meski harus bergiliran dan mengantre, karena banyak warga yang membutuhkan air juga,” katanya.

Sementara untuk keperluan minum, warga membeli air isi ulang galon seharga Rp6000 per galon. Perlu dua kali membeli galon untuk keperluan minum satu minggu.

 

 

Sumber : https://www.sumedangekspres.com/