Keselamatan Para Pejalan Kaki Terancam Jalan Raya Nagreg Perlu Trotoar

by -21 views

Keselamatan Para Pejalan Kaki Terancam Jalan Raya Nagreg Perlu Trotoar

Jatinangorku.com – Sejumlah warga Kecamatan Nagreg, Kabupaten Bandung mengeluh karena di sepanjang jalur nasional Nagreg tidak dilengkapi fasilitas trotoar. Mereka terpaksa berjalan kaki di badan jalan.

“Berjalan di badan jalan raya jelas sangat berbahaya, karena kendaraan di jalur ini melintas dengan sangat kencang. Ya, mestinya ada trotoar untuk para pejalan kaki,” kata Camat Nagreg, Entang Kurnia, S.E., M.Si. kepada “GM” di Nagreg, Senin (4/8).

Dikatakan Entang, jalan raya di Desa Ganjar Sabar, Nagreg, dan Desa Citaman memang cukup lebar dan lurus, sehingga cukup nyaman bagi para pengendara. Tetapi, lanjutnya, di jalur itu sama sekali tidak disediakan sarana bagi para pejalan kaki.

“Selain tidak ada trotoar, juga tidak ada pembatas jalur yang memadai. Kalaupun ada, sangat sempit dan menyulitkan pengguna kendaraan yang akan belok atau berhenti,” katanya.

Entang berharap Dinas Perhbungan dan Dinas Pekerjaan Uumum segera berkoordinasi untuk membangun sarana bagi pejalan kaki, mulai jalan baru By Pass Cicalengka sampai Polsek Nagreg.

“Mengingat jalan tersebut adalah jalan nasional, kewenangannya ada di pemerintahan pusat dan provinsi. Kami berharap, Gubernur Jawa Barat segera merespons keluhan dan kebutuhan masyarakat ini,” tuturnya.

Ditambahkannya, pembuatan trotoar harus diimbangi dengan penerangan jalan umum (PJU) karena pada malam hari jalur tersebut sangat gelap.

“Selain penerangan, PJU juga akan menambah keindahan,” kata Entang.

Pantauan “GM”, Senin (4/8), di sejumlah ruas jalur Jalan Raya Nagreg yang masuk wilayah Desa Ganjar Sabar, terutama bagian utara jalur jalan, sama sekali tidak ada fasilitas trotoar untuk pejalan kaki. Badan jalan berbatasan langsung dengan fondasi saluran drainase. Sehingga warga berjalan kaki di atas saluran drainase tersebut. Ada pula yang nekat berjalan di badan jalan.

Kondisi tersebut sudah berlangsung cukup lama setelah ada pelebaran jalan rata-rata 1 meter. Kondisi serupa terlihat di turunan Jalan Raya Nagreg yang masuk wilayah Desa Nagreg Kendan dan Desa Ciherang, setelah melewati Pos Kepolisian Nagreg. Di setiap titiknya, jalur jalan yang tidak dilengkapi dengan pembangunan infrastruktur itu panjangnya mencapai ratusan meter.

Sumber : http://www.klik-galamedia.com/