Ketika Para Pewarta Pramuka Berbondong-bondong ke Jatinangor

by -106 views

Para pewarta Pramuka yang tergabung dalam The Indonesia Scout Journalist (ISJ) saat ini tengah berbondong-bondong ke jatinangor, Jawa Barat. Bukan hanya anggota komunitas ISJ dari Jawa Barat saja, tetapi juga dari sejumlah provinsi lain di Indonesia. Mereka berniat meliput dan mendokumentasikan Raimuna Daerah (Raida) XIII Jawa Barat yang diadakan di Bumi Perkemahan Letjen TNI (Purn) Mashudi, Kiarapayung, Jatinangor, dari 7 sampai 14 November 2017.

Raimuna yang diambil dari bahasa Suku Ambai di Papua adalah suatu perkemahan besar di dalam Gerakan Pramuka, hampir mirip seperti jambore. Namun kalau dalam lingkungan Gerakan Pramuka yang disebut jambore adalah perkemahan untuk Pramuka Penggalang (11-15 tahun), maka Raimuna adalah perkemahan untuk Pramuka Penegak (16-20 tahun) dan Pramuka Pandega (21-25 tahun). Walaupun Raimuna kali ini hanya tingkat daerah atau provinsi Jawa Barat, karena Raimuna Nasional sudah diadakan Agustus 2017 lalu di Bumi Perkemahan Pramuka Wiladatika Cibubur, Jakarta Timur, namun jumlah pesertanya bisa dibilang terbilang besar untuk ukuran suatu Raida. Jumlahnya sampai tulisan ini diturunkan mencapai sekitar 8.400 orang, dan disebut-sebut sebagai Raida di Indonesia dengan jumlah peserta terbanyak.

Tak heran bila para anggota komunitas ISJ tertarik untuk mengabadikannya, baik dalam bentuk liputan tulisan, foto, maupun video. Apalagi Ketua Kwartir Daerah Jawa Barat, Dede Yusuf yang akrab dipanggil Kak Dede, adalah seorang aktor dan sangat menaruh perhatian pada aktivitas yang berhubungan dengan seni budaya. Ini juga menjadi daya tarik tersendiri bagi para pewarta Pramuka, khususnya untuk mengabadikan dalam bentuk foto dan video.

Informasi yang diterima, pementasan seni budaya merupakan salah satu atraksi menarik pada upacara pembukaan Raida Jawa Barat yang akan dilaksanakan Rabu, 8 November 2017, sekitar pukul 13.30 WIB. Salah satunya adalah “body percussion” yang diupayakan mendapatkan rekor dunia. Ini adalah atraksi seni yang ditampilkan seluruh peserta. Mereka akan melakukan tepukan pada tubuh, baik menggunakan tangan maupun kaki, sehingga membentuk nada-nada yang harmonis. Bila jadi dilaksanakan dengan 8.400 peserta — dan pasti ditambah lagi sejumlah anggota panitia — atraksi tersebut bakal memenuhi syarat untuk mendapatkan rekor dunia.

Namun tentu saja, bukan hanya upacara pembukaan yang menarik untuk diliput dan didokumentasikan. Berbagai aktivitas kepramukaan selama Raida akan menjadi objek liputan menarik. Selain meliput dan mendokumentasikan, tim ISJ juga akan menjadi narasumber mengenai jurnalistik tulisan dan jurnalistik foto serta video. Mereka akan membagi pengetahuan tentang hal tersebut kepada para peserta Raida. Diharapkan kehadiran tim ISJ di Raida Jabar kali ini akan memberi nilai tambah bagi peserta yang ikut Raida.

Tim ISJ bukan hanya meliput untuk menyebarluaskan aktivitas kepramukaan serta mendokumentasikan dalam bentuk tulisan, foto, dan video, tetapi juga menyebarluaskan semangat literasi, agar kalangan Pramuka semakin sering membaca dan menulis. Melalui literasi, pemahaman dan wawasan seseorang akan bertambah, tidak mudah dipengaruhi informasi tidak benar dan juga tidak mau memberikan informasi tak benar atau yang sekarang populer dengan hoax. 

Khususnya bagi Pramuka pemahaman literasi menjadi penting, karena mereka termasuk para Penegak dan Pandega itulah  yang diharapkan menjadi kader-kader pemimpin bangsa di masa depan. Para pemimpin yang harus berwawasan luas dan mampu menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berlandaskan Pancasila dan UUD 1945.

 

 

 

Sumber : https://www.kompasiana.com/