Ketua Hiwapa Tantang KPK Berani Usut Dugaan Kasus Pasar Sandang Sumedang

by

 Ketua Himpunan Warga Pasar (Hiwapa), Asep Rohmat menantang kredibilitas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk membongkar sejumlah kasus di Sumedang, termasuk salahsatunya berkaitan dengan pembangunan Pasar Semi-moderen Sandang Sumedang.

“Saya tantang kredibilitas KPK untuk berani mengungkap kasus pasar, termasuk kasus kasus Sumedang. Kalau tidak berani, saya yang akan turun menegakkan aturan,” kata Asep saat berorasi dalam mobil komando.

Pihaknya juga akan melaporkan dugaan kasus pelanggaran pasar ke Kejaksaan Agung (Kejagung). “Termasuk audit BPK akan saya buka. Termasuk oknum oknum pemangku kebijakan akan saya buka,” tambahnya.

Aksi unjuk rasa tersebut bermula dari sepinya jualan mereka setelah dipindah ke Pasar Sandang. Padahal sebelumnya mereka berjualan di lapak di Jalan Tampomas.

Asep bersama puluhan pedagang kaki lima ( PKL) melakukan aksi ke gedung DPRD Sumedang. Mereka menuntut ke adilan, atas pembongkaran kios dagangan mereka di Jalan Tampomas. Imbas mereka dipindah ke pasar Sandang malah omsetnya makin menurun.

Aksi yang didominasi kaum emak-emak itu berjalan tertib di tengah pengawalan aparat kepolisian.

“Kedatangan kami kesini karena ada ketidak sesuaian dengan aturan yang diterapkannya, bahkan sangat merugikan bagi para pedagang kaki lima. Sementara para pedagang butuh untuk menghidupkan keluarga atau kelangsungan hidupnya, melalui berdagang,” sambungnya.

Disampaikan juga, sebelum ada penuntasan/penyelesaiannya dengan benar, pihaknya akan tetap berjualan di Jalan Tampomas.

Pantauan dilapangan pendemo berunjuk rasa dengan membawa spanduk dengan berbagai tulisan, termasuk menaruh sayuran di halaman gedung DPRD, sebagai salah satu bentuk aksi protesnya.

Selanjutnya para perwakilan demo diterima oleh ketua anggota dewan dari komisi A, Jajang Heriyana.

 

 

 

 

Sumber : https://www.sumedang.online