Khawatir Gunung Manglayang Meletus, Peneliti Unpad: Kalau Batuk Seperti Sinabung, Jatinangor Waspada

by -496 views

Sepekan terakhir tercatat sebanyak tiga gunung api di Indonesia mengalami erupsi. Ini membuktikan bahwa Indonesia memang berada di kawasan Cincin Api Pasifik.

Oleh karena itu, warga yang berdomisili di sekitar titik rawan bencana letusan gunung api diimbau untuk tetap siaga menghadapi ancaman erupsi.

Menanggapi kondisi sejumlah wilayah di Indonesia yang tengah berada di zona rawan bencana erupsi, Peneliti Kebencanaan Universitas Padjadjaran Dr. Dicky Muslim, M.Sc. buka suara.

Dicky mengatakan, dari tiga gunung berapi yang erupsi di pekan ini, yaitu Merapi, Semeru, dan Sinabung, Gunung Sinabung yang paling mencuri perhatiannya.

Namun, sejak 2010 nyatanya gunung ini kembali erupsi hingga saat ini.

Berkaca pada peristiwa Sinabung, Dicky mengkhawatirkan kondisi ini akan terjadi pada Gunung Manglayang, atau gunung yang berada di kawasan Bandung timur. Jatinangor menjadi salah satu daerah yang berada di kaki Gunung Manglayang.

“Saya bisa saja sangat salah, tetapi Manglayang merupakan bagian/anak dari gunung Sunda,” kata Dicky.

Berdasarkan tinjauan geologi, gunung Sunda merupakan gunung api purba yang memiliki letusan yang dahsyat. Letusannya melahirkan kaldera Gunung Sunda yang kini dikenal dengan istilah Cekungan Bandung, wilayah di mana kawasan Bandung Raya berada.

Selain itu, sisa-sisa gunung Sunda juga melahirkan anak-anak gunung, yaitu gunung Burangrang, gunung Tangkubanparahu, gunung Bukit Tunggul, gunung Masigit, hingga gunung Manglayang. Anak-anak gunung ini membujur dari wilayah barat hingga timur kota Bandung.

Menurut Dicky, sampai saat ini belum ada kajian yang menjelaskan tentang karakteristik gunung Manglayang. Namun, masyarakat tetap harus waspada apabila kasus gunung Sinabung kemungkinan terjadi juga di Manglayang.

“Apalagi kalau kita lihat dari arah Cileunyi, di puncak gunung Manglayang itu ada coakan kaldera yang menghadap ke selatan. Kalau dia tiba-tiba batuk-batuk seperti Sinabung, Jatinangor harus waspada,” kata Dicky.

Dicky mengungkap ada beberapa gejala yang dapat menunjukkan gunung api akan meletus.

Dosen Fakultas Teknik Geologi Unpad ini menjelaskan, tanda alam yang bisa dirasakan salah satunya adalah terjadi gempa tremor.

Gempa tremor terjadi akibat adanya pergerakan magma ke permukaan bumi.

Selain itu, gejala yang bisa dirasakan lainnya adalah suara yang bergemuruh, hawa yang berubah menjadi panas, sejumlah mata air yang menjadi panas, adanya guguran kaldera di bagian atas, hingga tanda-tanda biologi seperti keluarnya sejumlah binatang dari hutan gunung.

Jika ada tanda-tanda seperti ini, masyarakat diimbau untuk waspada dan segera mencari lokasi yang aman.

“Masyarakat harus segera lari, tidak ada jalan lain untuk mengurangi risiko,” kata Dicky.

Sementara itu, ada tiga tipe gunung berapi di Indonesia berdasarkan klasfikasi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Kementerian ESDM RI.

Gunung Api tipe A merupakan gunung api yang memiliki catatan sejarah letusan sejak tahun 1600. Sebanyak 77 gunung di Indonesia termasuk ke dalam gunung api tipe A.

Selanjutnya, gunung api tipe B merupakan gunung api yang memiliki catatan sejarah letusan sebelum tahun 1600. Sebanyak 29 gunung Indonesia termasuk ke dalam gunung tipe ini.

Sementara gunung api tipe C merupakan gunung api yang tidak memiliki riwayat letusan, tetapi masih memperlihatkan jejak aktivitas vulkanik. Sebanyak 21 gunung di Indonesia termasuk ke dalam gunung tipe C.***(Hj. Eli Siti Wasilah/Galamedia.com)

sumber: pikiran-rakyat