Khawatir Terjadi Longsor, Pembangunan Tol Cisumdawu Seksi II Dipercepat

by -14 views

Satuan Kerja Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) akan mempercepat pengerjaan jalan bebas hambatan di pada seksi kedua. Pasalnya, Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan curah hujan dengan intensitas tinggi akan terus terjadi hingga Desember 2016

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun Tribun, pengerjaan seksi kedua tersebut tepatnya dikerjakan mulai dari Rancakalong hingga Sumedang dengan terbagi menjadi dua fase pengerjaan. Untuk keseluruhan mulai dari Cileunyi hingga Dawuan terbagi menjadi enam seksi.

Kepala Satuan Kerja Tol Cisumdawu, Wida Nurfaida mengatakan, percepatan pada seksi kedua tersebut akan dilakukan pasalnya, Jalan Raya Bandung-Cirebon tepatnya di kawasan Cadas Pangeran dikhawatirkan akan mengalami longsor dan menutup jalan tersebut. 

“Cadas Pangeran ini ada di tengah-tengah antara Rancakalong-Sumedang. Nah karena BMKG ini prediksi curah hujan tinggi, maka kami diminta mempercepat pengerjaan,” ujar Wida saat ditemui Tribun di kantor Satker Tol Cisumdawu, Jatinangor, Kamis (13/10/2016).

Menurutnya, jika yang dikhawatirkan terjadi, yakni longsor di Cadas Pangeran dan materialnya menutup jalan, maka pengendara nantinya dapat masuk sementara melalui Rancakalong dan keluar di Sumedang. 

Meski demikian, pihaknya mengaku jika percepatan pengerjaan tersebut mendapatkan beberapa kendala dan hambatan. Diantaranya warga menolak jika pengerjaan dilakukan selama 24 jam dan dibagi menjadi 3 sif kerja. 

“Warga menolak jika kami bekerja lebih dari jam 11 malam. Nah dengan begitu otomatis kan jam 7 pagi kami harus mulai lagi. Kendalanya kan cuaca tidak tentu dan hujan. Padahal kalau mempercepat harus 3 sif kerja,” ujar Wida.