Khidmat dan Sakralnya Kirab Panji Keraton Sumedang Larang

by -456 views

Acara Kirab Panji Helaran Keraton Sumedang Larang yang berlangsung Minggu, 16 April 2017 berlangsung khidmat dan sakral. Kirab yang merupakan rangkaian memperingati Hari Jadi Sumedang yang ke-439 tahun 2017 itu, dilaksanakan dari mulai kantor Kecamatan Darmaraja sampai ke gedung Srimanganti di komplek Gedung Negara Pemkab Sumedang, Jalan Prabu Geusan Ulun, Kecamatan Sumedang Selatan.

Adapun Kirab panji tersebut diikuti sekitar 700 orang peserta, diantaranya dari kerabat Keraton Sumedang Larang, Rukun Warga Sumedang (RWS) serta  masyarakat adat.

Dalam kirab tersebut, diisi dengan  prosesi serah terima Panji Keraton Sumedang Larang secara estafet  di setiap kantor kecamatan yang dilaluinya. Rute kirab, dari mulai   Kecamatan Darmaraja, Cisitu, Situraja, Ganeas,  Sumedang Utara hingga berakhir di wilayah Kecamatan Sumedang Selatan, tepatnya di gedung Srimanganti.

Prosesi serah terima panji, dilakukan  secara resmi dan khidmat oleh masing-masing camat setempat.

Acara semakin meriah, ketika rombongan kirab panji tiba di Kecamatan Sumedang Utara. Di tempat itu, selain dilakukan serah terima panji, juga diwarnai penyerahan sekaligus pemasangan replika Mahkota Binokasih.   

Mahkota Binokasih asli, merupakan peninggalan Kerajaan Pajajaran yang diserahkan kepada Raja Sumedang Larang Prabu Geusan Ulun. Hingga kini, mahkota tersebut masih tersimpan dan  terjaga lestari di  Museum Prabu Geusan Ulun. Mahkota tersebut  merupakan ikon Kabupaten Sumedang.

Saat itu, mahkota dikenakan oleh Luky Djoehari Soemawilaga sebagai Ketua Nonoman Keraton Sumedang Larang. Luky mengenakan mahkota, memerankan sosok Prabu Geusan Ulun yang didampingi seorang putri cantik. Tak tangung-tanggung, putri cantik diperankan oleh aktor dan artis  asal Sumedang Paramitha Rusady yang didampingi kakaknya Ully Sigar Rusady.

Selain memerankan  raja dan putri, kirab panji itu pun dimeriahkan dengan arak-arakan Kereta Naga Paksi yang juga kebanggaan masyarakat Sumedang. Dalam arak-arakan tersebut, Kereta Naga Paksi diikuti sejumlah kereta andong dengan desain ala kerajaan zaman dulu.  

Kereta andong, diantaranya dinaiki sosok Raja Sumedang Larang (Luky) dan putri (Paramitha Rusady), Bupati Sumedang Eka Setiawan beserta Ibu Hanne Buddhi Eka Setiawan, Anggota DPR RI Ceu Popong Otje Djundjunan, dan sejumlah kerabat Keraton Sumedang Larang.

Meski di tengah perjalanan dari Kantor Kecamatan Sumedang Utara menuju ke gedung Srimanganti, rombongan arak-arakan sempat diguyur hujan lebat hingga pesertanya basah kuyup, tidak menyurutkan mereka untuk tetap melanjutkan arak-arakan hingga ke gedung Srimanganti. Rombongan arak-arakan yang diskenariokan bak rombongan Kerajaan  Sumedang Larang, tiba di gedung Srimanganti sekira pukul 16.00 hingga langsung disambut meriah oleh masyarakat.

Setibanya di halaman gedung Srimanganti, dilakukan serah terima panji dari Camat Sumedang Utara Dikdik Syeh Rizky kepada Camat Sumedang Selatan M. Wasman. Selain itu juga, dilakukan pembacaan ikrar rekontruksi Kerajaan Sumedang Larang oleh M. Agung Anugrah yang juga anggota keluarga besar Keraton Sumedang Larang. Setelah itu, semua rombongan masuk ke Gedung Srimanganti selanjutnya disuguhi sejumlah tarian, salah satunya tari Tayub. Tak lama acara Kirab Panji Helaran Karaton Sumedang Larang selesai