Kiarapayung – Jatinangor

by -1,223 views

Kiarapayung – Jatinangor

Jatinangorku.com – Kiarapayung terletak di daerah Jatinangor Kabupaten Sumedang (Bandung ke arah timur) pada ketinggian 900 M-dpl (meter dari permukaan laut) dan sebagian besar wilayahnya terletak di kecamatan Tanjungsari. Daerah ini berada (deket bgt bro) tepat di kaki gunung Manglayang (1.650 Mdpl) dan berhadapan langsung dengan gunung Geulis (1.281 M-dpl) ke arah Timur. Dari Topografische Kaart Blaad L.XXV tahun 1908 dan Blaad H.XXV tahun 1909 yang diterbitkan oleh Topografische Dienst van Nederlands Oost Indie, District Tandjoengsari terletak pada kordinat 107° 45’ 8,5” – 107° 48’ 11,0” BT dan 6° 53’ 43,3” – 6° 57’ 41,0” LS.

KiarapayungKiarapayung sebenarnya adalah Zona Bumi Perkemahan(tercatat pernah diadakannya Jambore Nasional 2006) dengan pintu gerbang dan sebuah tugu tunas kelapa yang cukup unik, (akses jalan untuk kendaraan sangat baik sejak persimpangan Jatinangor dengan jarak tempuh ±7Km). Setelah melewatinya, ada 2 jalan yang terbagi, jalur kiri menanjak landai dan konstan (jarak tempuh lebih jauh), sementara jalur kanan terbentang turunan dan tanjakan cukup curam (jarak tempuh lebih dekat). Kedua jalan tersebut akan bertemu di titik pusat Kiarapayung.
Tempat ini memiliki fasilitas MCK & P3K yang baik, menara untuk kegiatan Rapelling setinggi ±12 meter, dan satu lagi menara (ketinggiannya sama) yang di atasnya ada replika berbentuk (setidaknya mirip) helikopter yang saya engga ngerti buat apa, hehehee..

KiarapayungUdara Kiarapayung sangat sejuk dengan bentangan pemandangan alam yang menakjubkan (bagi saya), dan di malam hari, saya yakin cuaca akan turun dengan drastis (sangat dingin) karena disertai banyaknya angin kering. Jangan takut ketika hujan turun, karena Kiarapayung menyediakan beberapa shelter berlindung yang cukup luas (daya tampung 25 orang) dengan arsitektur atap yang unik berbentuk mirip ujung tenda seperti terlihat pada gerbang masuk.
Di ketinggian ini saya bisa melihat hamparan kota Bandung Timur hingga Tengah. Jajaran pegunungan mulai Utara, Timur, hingga Selatan Bandung dan Sumedang. Jangan takut kelaparan, karena pada saat sepi sekalipun, masih ada beberapa warung yang berjualan makanan atau minuman instan cepat saji dengan harga yang variatif.

Sebenarnya ada cross point di daerah ini untuk hiking ke Batu Kuda (dataran tinggi dengan jarak 3Km dari puncak gunung Manglayang, yang punya bukit seribu pinus, beneren itu bro.. saking banyaknya pinus yang berjajar). Tapi fokus saya bukan trekking lintasan itu. Batu Kuda sendiri ntar akan saya bahas di artikel terpisah, setelah Kiarapayung.

KiarapayungUntuk yang suka hunting photography bangunan tua, ada beberapa objek penting yang saya lihat saat ke Kiarapayung. Objek bersejarah tersebut antara lain; Menara Jam di kampus Unwim yang sering disebut Menara Loji oleh masyarakat sekitar (dibangun ± tahun 1800an). Menara tersebut pada mulanya berfungsi sebagai sirene yang berbunyi pada waktu tertentu sebagai penanda kegiatan yang berlangsung di perkebunan karet bernama Cultuur Ondernemingen van Maatschapij Baud milik Baron Baud, seorang pria berkebangsaan Jerman. Menara Loji tersebut bergaya neo-gothic.
Kemudian ada Jembatan Cikuda yang saat ini lebih dikenal oleh masyarakat setempat dengan sebutanJembatan Cincin. Dulu jembatan tersebut digunakan sebagai jembatan rel kereta yang menghubungkan jalur kereta dari arah Tanjungsari ke Rancaekek. Jembatan Cincin dibangun oleh perusahaan kereta api Belanda yang bernama Staat Spoorwagen Verenidge Spoorwegbedrijf pada tahun 1918. Saat melintas (awal trekking), saya juga melewati Bandung Giri Gahana (Golf and Resor), luas banget, dan pasti mahal kayaknya, tapi engga ngaruh, soalnya saya engga punya duit, hehehee..

Jatinangor juga terkenal sebagai kawasan pendidikan. Tercatat diantaranya adalah; Universitas Padjadjaran (Unpad) di Desa Hegarmanah dan Desa Cikeruh, Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) di Desa Cibeusi, Sebelumnya bernama Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri (STPDN)Institut Koperasi Indonesia (Ikopin) di Desa Cibeusi, dan Universitas Winaya Mukti (Unwim) di Desa Sayang. Selain itu, saat melintas, saya juga menemukan beberapa gedung pelatihan milik pemerintah, diantaranya Pusat Pelatihan untuk Departemen Dalam Negeri.

KiarapayungOk trekker,
konklusinya; Kiarapayung adalah satu dari banyak tempat keren buat trekking di Bandung. Jalan-jalan, camping ground, hunting foto, brainwashing, pacaran, makan-makan di alam terbuka, atau mountain bike & downhill. Sungguh, saya menyayangkan, di beberapa titik sepanjang lintasan dari Jatinangor hingga Kiarapayung, terlihat lahan yang cukup gersang, entah untuk kepentingan pembangunan atau mungkin untuk keperluan perkebunan. Indikasi itupun terlihat saat saya tracing maps melalui Google Earth untuk melihat Kiarapayung dari pantauan satelit. saya hanya bisa berharap pemerintah Kabupaten Bandung dan Kabupaten Sumedang makin bijaksana pada RTRW (Rencana Tata Ruang & Wilayah) pengembangan lahan yang berorientasi pada kelestarian alam sekitar.
semoga…

Sumber : http://trekku.wordpress.com