Kirpay jadi Tempat Bersepeda

by

Bumi Perkemahan Kiarapayung (Kirpay) tidak hanya dijadikan sebagai tempat berkemah saja, namun Bumi Perkemahan Kiarapayung ini pun sering dijadikan sebagai tempat menghilangkan stres dengan rutinitas padat yang dilalui.

 

Sebagai tempat meregangkan syaraf berlibur ke luar kota mencari udara segar pegunungan memang cocok disematkan ke Kirpay. Salah satu yang dapat dilakukan adalah bersepeda sembari menikmati udara khas pegunungan yang segar.

Bumi Perkemahan Kiarapayung berada di kawasan Bandung Giri Gahana (BGG) yang berada di Jatinangor. Selain terkenal dengan lapangan golfnya, di BGG Kiarapayung dapat dijadikan bersepeda sembari menikmati alam pegunungan Jatinangor yang indah.

Kiarapayung sering dijadikan pilihan trek bersepeda dari berbagai komunitas sepeda, baik itu komunitas sepeda dari Sumedang, maupun diluar Kabupaten Sumedang.

Komunitas Sepeda asal Rancaekek, Budiman (35) mengaku dirinya sering menjadikan kiarapayung sebagai pilihan bersepeda. “Iya sering kali kami bersepeda kesini, karena jarak yang begitu dekat dan udaranyapun masih segar,” jelasnya.

Dikatakannya, Biasanya berepeda mengayuh sepedanya menyusuri arah Kiarapayung, dan dijadikan kegiatan rutinitas mingguan.

“Walaupun menanjak, pemandangan alam pegunungan Jatinangor tidak kalah indahnya dengan pemandangan pegunungan-pegunungan di Eropa,” kata sembari menaiki sepeda.

Tidak hanya udaranya segar dan treknya bagus, namun cahaya matahari yang tidak begitu menyengat, akan menyusuri jalan beraspal yang kiri-kanannya. “Sederetan pohon jati dan perkebunan warga setempat dengan latar belakang Gunung Manglayang. Sungguh pemandangan yang menyegarkan,” hematnya.

Kecapaian dalam bersepeda ke Kiarapayung itu akan terbayar dengan kepuasa tersendiri. “Akan berada di ketinggian yang cukup untuk melihat wilayah Jatinangor dari atas. Pemandangan kota dari ketinggian ini serasa membayar semua kepenatan,” bebernya.

Pihaknya pun merasa senang dengan bersepeda ke Kiarapayung. “Pemandangan indah serupa akan lebih bisa dinikmati menuju arah balik karena tidak perlu susah payah mengayuh sepeda. Sepeda akan terus berjalan mengikuti jalanan yang menurun,” pungkasnya. 

 

 

 

Sumber : https://www.sumedangekspres.com