Kisah Tendi Irawan, Anak Petani asal Sumedang yang Lolos Jadi Anggota Paskibraka Jawa Barat 2018

by

Menjadi bagian dari anggota Paskibraka adalah satu prestasi dan kebanggaan tersendiri bagi kaum muda.

Tidak sembarang pemuda dan pemudi Indonesia yang dapat terpilih menjadi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka dalam peringatan Hari Kemerdekaan Tanah Air.

Ada pengalaman dan rasa spesial tersendiri mendapat kesempatan sebagai anggota Paskibraka.

Tak hanya anak-anak dari sekolah favorit yang bisa sampai ke sana.

Ada juga beberapa siswa dan siswi yang mampu terpilih meski hidup dalam keterbatasan, perjuangan dan kegigihan mereka patut jadi inspirasi.

Salah satunya Paskibraka Jawa Barat 2018 yang terpilih mewakili Kabupaten Sumedang bernama Tendi Irawan (18).

Orangtua Tendi adalah seorang petani di daerahnya tersebut.

Sewaktu Tendi terpilih menjadi pasukan pengibar bendera, orangtuanya tersebut merasa sangat bangga dan terharu.

“Saya sempet gak nyangka bisa lolos, dan melihat hasil pengumuman ternyata lolos , dan langsung mengabarkan kepada kedua orangtua saya,” ujar Tendi saat ditemui disela sela latihannya di Lapangan Gasibu, Kota Bandung, Kamis (9/8/2018).

Tendi mengatakan sejak dari bangku SMP saya ingin sekali masuk menjadi bagian dari pengibar bendera pusaka merah putih.

“Alhamdulillah apa yang diimpikan sejak SMP bisa terwujud di tahun sekarang meskipun impian saya ingin masuk Paskibraka Nasional, tapi saya tetap bersyukur, ” ujar Tendi.

Tendi sekarang duduk di kelas dua, di SMA Negeri Tomo Kabupaten Sumedang.

Keterbatasan orangtuanya tidak menyurutkan Tendi untuk terus berprestasi.

Anak muda yang berasal dari Kabupaten Sumedang ini bercita-cita ingin masuk Angkatan Militer (Akmil) dan ingin memberngkatkan haji kedua orangtuanya tersebut.

Tendi sudah lebih dua minggu masuk karantina Paskibraka Jawa Barat 2018 yang berada di Wisma Dharma Bakti, Jalan Bali No 2, Sumur Bandung, Kota Bandung.

Saat dikarantina ia terbesit rindu kedua orangtuanya yang berada dikampungnya.

Tendi mengatakan masa karantina (Capaska) tidak boleh teleponan baik orangtua maupun sanak sodara.

Ia menjelaskan karena kita didik untuk fokus, karena menjadi pengibar bendera pusaka harus disiplin.

Selain orangtua yang memberikan semangat, pihak kepala sekolah, guru dan teman Tendi di sekolahnya tersebut selalu memberika doa dan harapan untuk membawa nama baik sekolanya.

Ia berharap semoga nanti acara HUT RI yang ke 73 itu diberikan kelancaran yang akan dilaksanakan di Lapangan Gasibu pada 17 Agustus 2018.

 

 

 

 

Sumber : http://jabar.tribunnews.com