#KlipingPR Paket Diduga Bom Gemparkan Sejumlah Daerah di Jabar

by -42 views

23 Maret 2011, tas yang diduga berisi bom menggegerkan warga di sekitar gedung pertemuan Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI) di Jalan Nagarawangi, Kelurahan Nagarawangi, Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya.

Tas hitam tak bertuan itu selama 3 jam tergeletak di salah satu gerai penjualan pulsa telefon yang berjarak beberapa meter dari gedung pertemuan JAI.

Setelah jajaran Polresta Tasikmalaya turun ke lapangan, dipastikan bahwa tas tersebut tidak berisi bom melainkan kue nagasari seberat 2 kg milik warga yang sengaja meninggalkannya di tempat itu karena terlalu berat.

Agus, penjaga gerai pengisian pulsa tidak mngetahui awal mula bagaimana tas itu bisa ada di tempat usahanya. Setelah polisi datang dan memeriksa tas, tiba-tiba datang seorang ibu berusia 50-an, Enung yang mengaku sebagai pemilik tas tersebut.

“Waktu itu saya bawa banyak barang. Saya tidak kuat bawa banyak barang, jadinya, saya simpan (tas) di gerai pulsa,” katanya

Pada hari yang sama, Tim Penjinak Bahan Peledak Polda Jabar juga meledakkan satu paket mencurigakan di tepi Jalan Swadaya, Kelurahan Situ, Kecamatan Sumedang Utara, Sumedang. Setelah diledakkan, paket yang terbungkus kertas cokelat tersebut ternyata hanya berisi sepotong celana panjang hitam, sepotong kemeja putih, dan beberapa jenis makanan ringan.

Di Depok, kotak plastik berukuran 40 X 50 cm menghebohkan karyawan, nasabah, dan warga di sekitar Kantor Bank Mandiri Cabang Kota Depok. Namun polisi memastikan kotak tersebut tidak membahayakan.

Kecurigaan warga muncul karena mendengar pemberitaan terkait temuan bom di Universitas Indonesia beberapa waktu sebelumnya dan maraknya teror bom melalui kiriman paket pada pertengahan Maret 2009