Komisi C DPRD Sumedang Soroti Adanya Gizi Buruk di Wilayah Kecamatan Jatinangor

by -55 views

Sungguh sangat disayangkan, di Wilayah Kecamatan Jatinangor, terdapat dua anak yang diduga mengalami gizi buruk. Hal ini, selain menjadi sorotan masyarakat juga menjadi perhatian khusus Komisi C DPRD Sumedang.

SOBAR BAHTIAR, Kota

KASUS penderita gizi buruk di Indonesia, belum bisa benar-benar ditekan. Di setiap daerah, dicatatkan selalu ada warga yang terkena gizi buruk. Tak terkecuali di Kabupaten Sumedang.

Adanya penderita gizi buruk di wilayah Kecamatan Jatinangor, cukup menjadi catatan buruk pemerintah daerah. Apalagi, diusia Kabupaten Sumedang yang akan mencapai 439 tahun. Hingga kondisi ini pun, menjadi sorotan tajam DPRD Kabupaten Sumedang, khususnya anggota Komisi C.

Seperti halnya Ketua Komisi C yang membidangi kesehatan, dr. Iwan Nugraha. Pihaknya telah menerima laporan dari warga Jatinangor, terkait penderita gizi buruk. Salahsatunya, adalah M Ridwan, anak dari Aspa warga Pasir Kuya, RT 03 RW 16, Desa Cipacing, Kecamatan Jatinangor.

“Ada dua orang anak yang diduga menderita gizi buruk. Yakni, seorang dari Desa Cileles, dan seorang lagi dari Desa Cipacing,” katanya ketika dihubungi Sumeks mengkonfirmasi kabar tersebut, 

Namun demikian, hal ini sudah ditangani langsung oleh Puskesmas Jatinangor. Dan dipastikan, keduanya akan mendapatkan perawatan lebih lanjut.

“Saya baru menerima laporannya siang tadi (kemarin, red). Tentunya kami pun akan mendorong agar dinas terkait menindaklanjuti dan mengawasi lebih lanjut,” ujarnya.

Iwan juga menerangkan, tidak menutup kemungkinan hal yang sama akan terjadi dikecamatan lain. Oleh sebab itu, DPRD akan mendorong dinas terkait untuk melakukan pendataan kesehatan lebih lanjut kepada masyarakat secara menyeluruh.

Sementara itu, ketika dikonfirmasi, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sumedang, dr. Retno Ernawati, mengakui dirinya belum mengetahui akan adanya penderita gizi buruk tersebut.

“Jika memang benar adanya laporan penderita gizi buruk, kita akan lihat dulu seperti apa. Apakah benar atau tidak yang dideritanya itu,” ujarnya.

Retno juga mengatakan, pihaknya akan segera mengkroscek terlebih dahulu kebenarannya secara medis, dan akan memberikan perawatan lebih intensif jika memang benar ada dugaan penderita gizi buruk tersebut.

“Jika memang itu benar secara medis menderita gizi buruk, tentu akan diberikan perawatan. Tapi jelasnya akan dikroscek dulu untuk kepastiannya,” tukasnya.