Kondisi Jalan Raya Bandung-Garut Kian Parah

by -76 views

Kondisi Jalan Raya Bandung-Garut Kian Parah

Jatinangorku.com – Jalan Raya Bandung-Garut antara Rancaekek-Parakanmuncang kian hari kian parah. Persoalan banjir dan macet di ruas jalan nasional yang masuk ke wilayah Kab. Bandung dan Kab. Sumedang tersebut ,hingga saat ini masih belum tertanggulangi.

Pantauan “GM” Sabtu (3/5), kian parahnya kondisi Jalan Bandung-Garut terutama di depan PT Kahatex dan kawasan industri PT Dwi Papuri, selain disebabkan PKL dan kendaraan melawan arus kian marak, juga kondisi drainase sangat buruk. Belum lagi kantong kantong air kini lenyap karena perluasan pembangunan PT Kahatex dan PT Dwi Papuri.

Dampaknya, jika hujan air meluber menggenangi ruas jalan apalagi kondisi drainasenya buruk. Akhirnya terjadilah banjir di kawasan tersebut apalagi kondisi Sungai Cikijing dan Cimande dangkal dan menyempit menambah parah kondisi banjir.

Jika sudah terjadi banjir, bukan hanya ribuan pengendara akan terjebak macet, melainkan ratusan warga terutama di Kp. Cikijing, Desa Linggar, Kec. Rancaekek, Kab. Bandung pun turut terendam air bah. Kejadian ini sudah berulang-ulang, namun masih belum tertangani seruis untuk dicarikan solusi.

Kantong air lenyap

Anang Suhanda (52), tokoh masyarakat Kp. Cikijing RT 04/RW 10 Desa Linggar, yang bertempat tinggal di pinggir Jalan Raya Bandung-Garut dekat Sungai Cikijing selalu mengeluh. Ia mempertanyakan mengapa terjangan banjir yang kerap merendam ruas jalan Bandung-Garut dan ratusan rumah di Kp. Cikijing, masih belum bisa tertanggulangi.

“Sudah berapa kali rumah saya tererendam banjir akibat meluapnya Sungai Cikijing dan melubernya air di badan Jalan Raya Bandung-Garut. Hingga saat ini belum ada upaya nyata baik dari Pemkab Sumedang, Pemkab Bandung ataupun Pemprov Jabar untuk menanggulanginya. Malah kini terkesan lempar tanggung jawab,” kata Anang.

Dikatakan Anang, pihaknya mengapresiasi pihak Polda Jabar yang telah turun tangan untuk mengusut kasus penutupan saluran air di kawasan PT Kahatex, yang diduga jadi penyembab banjir.

“Saya menduga kuat, banjir yang menerjang badan Jalan Raya Bandung-Garut tersebut akibat lenyapnya kantong kantong air di PT Kahatex dan PT Dwi Papuri karana pengembangan pembangunan,” kata Anang.

Menurut Anang, pihaknya sangat berharap pihak dinas terkait selain membidik PT Kahatex juga harus memantau pula PT Dwi Papuri dan pabrik lainnya dalam pengembangan pabriknya yang diduga telah melenyapkan kantong kantong air.

“Yang saya ketahui, akibat pengembangan pembangunan PT Kahatex di atas lahan kurang lebih 100 hektare dan pengembangan kawasan industri PT Dwi Papuri, diatas lahan kurang lebih 200 hektare kantong kantong air jadi lenyap. Jelas jika hujan air meluber ke jalan raya, sungai pun meluap dan merendam jalan raya dan ratusan rumah,”katanya.

Sumber : http://www.klik-galamedia.com/