Konsep Pembangunan Perkantoran Pemkab Sumedang Secara Vertikal

by -15 views

Konsep Pembangunan Perkantoran Pemkab Sumedang Secara Vertikal

Jatinangorku.com – Konsep pembangunan pusat perkantoran pemda di kawasan Induk Pusat Pemerintahan (IPP) Pemkab Sumedang, Jln Prabu Gajah Agung/Bypass Sumedang, akan menerapkan pembangunan gedung bertingkat hingga beberapa lantai.

Konsep itu sengaja dilakukan guna menghemat anggaran penyediaan lahannya. Sebab, penyediaan lahan untuk membangun pusat perkantoran pemda membutuhkan anggaran yang cukup besar.

“Pengadaan lahan seluas 20 hektare saja, membutuhkan anggaran hingga mencapai Rp 150 miliar,” kata Kabag Humas Sekretariat Daerah (Setda) Kab. Sumedang, Asep Tatang Sujana ketika ditemui di kantornya di IPP Pemkab Sumedang, Selasa (5/8/2014).

Menurut dia, rencana awal penyedian lahan untuk pembangunan pusat perkantoran pemda di kawasan IPP seluas 30 hektare. Mengingat kebutuhan anggarannya begitu besar, sehingga kebutuhan tanahnya dipangkas menjadi 20 hektare.

Dengan memangkas kebutuhan lahan 10 hektare, bisa menghemat anggaran senilai Rp 75 miliar. Karena luasan tanahnya berkurang, sehingga konsep pembangunan gedung perkantoran pemda akan dilakukan secara vertikal atau membangun gedung bertingkat hingga beberapa lantai.

“Awalnya dengan asumsi luasan tanah 30 hektare, konsep pembangunannya secara horizontal yakni membangun ke samping. Namun, karena luasan lahannya berkurang menjadi 20 hektare, sehingga konsep pembangunannya berubah menjadi vertikal atau membangun ke atas. Satu gedung bisa 6 lantai. Kalau gedung Setda yang sekarang, baru tiga lantai,” ujarnya didampingi Kabag Umum, Syarif Effendi Badar.

Konsep pembangunan secara vertikal, lanjut Asep Tatang, sudah diterapkan di beberapa kota besar di Indonesia. Contohnya, Semarang.

Dengan luasan lahan di bawah 5 hektare, tapi semua kantor dinas dan OPD (organisasi perangkat daerahnya) bisa dipusatkan di perkantoran pemda.

“Begitu juga di Surabaya dan Malang. Nah, konsep pembangunan secara vertikal itu akan diterapkan di Sumedang,” tutur Asep Tatang.

Lebih jauh ia menjelaskan, dari kebutuhan lahan 20 hektare, hingga kini sudah dibebaskan seluas 10 hektare. Dari lahan 10 hektare tersebut, di antaranya digunakan untuk membangun gedung Setda, Bappeda, DPPKAD (Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah), Mapolres Sumedang yang baru, termasuk akan dipakai membangun masjid besar IPP.

“Proses pembangunan masjid besar IPP, tahun ini akan dibangun fondasinya. Tahun depan, baru pembangunan gedungnya,” katanya.

Asep Tatang menuturkan, Pemkab Sumedang kini tinggal membebaskan lahan sisanya seluas 10 hektare yang kini masih dalam proses.

Pengadaan lahan 10 hektare itu, akan dipakai untuk membangun gedung kantor dinas dan OPD lainnya, salah satunya gedung BKD (Badan Kepegawaian Daerah).

“Saya belum tahu secara pasti, dinas dan OPD mana lagi yang akan dipindahkan dalam waktu dekat ini. Namun yang jelas, semua kantor dinas dan OPD nantinya akan dipusatkan di kawasan perkantoran IPP,” ucapnya

Sumber : http://www.pikiran-rakyat.com/