Kotoran Sapi Jabar Capai 200 Ton/hari

by -65 views

Kotoran Sapi Jabar Capai 200 Ton/hari

Jatinangorku.com – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jabar berkomitmen mengembangkan energi terbarukan, seperti biometan yang memanfaatkan sampah atau limbah organik sebagai bahan baku. 

Menurut Wakil Ketua Umum Kadin Jabar Bidang Pertanian, Perkebunan, dan Peternakan, Sonson Garsoni, Jabar berpeluang memproduksi biometan terbesar. Saat ini di Jabar terdapat 20 lokasi peternakan besar. 

Setiap peternakan yang memiliki 10.000 ekor sapi bisa menghasilkan bahan baku kotoran sapi sekitar 250 ton/hari. 

Setelah diproses, 1 ton kotoran sapi akan menghasilkan 40 m3 biometan. Setiap 10 m3 biometan, energinya setara dengan 5 kg elpiji.

“Energi biometan ini sangat simpel, bahan bakunya bisa didapat dengan mudah. Di kita banyak kotoran sapi, eceng gondok, dan sampah organik lainnya,” jelas Sonson kepada wartawan, Minggu (22/9). Biometan ini digunakan untuk bahan bakar alternatif pengganti LPG maupun listrik.

“Kualitas energi dari biometan tidak kalah dengan LPG ataupun listrik. Bahkan biaya yang dikeluarkan jauh lebih murah dari LPG,” katanya.

Selain ketersediaan bahan baku, pengembangan biometan di Jabar juga sudah ditunjang dengan teknologinya. Sehingga akan lebih memudahkan proses produksi.

Saat ini teknologi penghasil biometan banyak digunakan, baik oleh kalangan korporate maupun komunitas masyarakat. Meski demikian penggunaannya belum terlalu banyak.

“Hingga saat ini pemanfaatan biometan memang masih terbatas, kebanyakan perusahaan memproduksinya untuk digunakan sendiri. Secara umum, pemanfaatan biometan lebih murah dibandingkan dengan elpiji,” katanya.

Saat ini penggunaan energi terbarukan tersebut belum sepenuhnya mendapat perhatian dari pemerintah. Padahal ini sangat penting untuk mengembangkan energi alternatif.

“Perlu regulasi dari pemerintah, yang bisa mendorong energi terbarukan. Misalnya mendorong perusahaan besar untuk menggunakan energi tersebut,” katanya.

Sumber : http://klik-galamedia.com