KPK Buka Aplikasi Berbasis Andorid: Silakan Masyarakat Melaporkan

by -22 views

 

Maraknya tindak pidana korupsi yang terjadi di Indonesia, membuat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berinisiatif membuat apikasi.
Lewat aplikasi on line itu, masyarakat akan dimudahkan dalam melaporkan tindak pidana korupsi di daerahnya.

Pada sambutan di Sidang Pleno PBNU di Pondok Pesantren Kempek, Kabupaten Cirebon yang digelar sejak Minggu (24/7/2016), Ketua KPK, Agus Rahardjo menjelaskan, aplikasi itu berbasis android yang bisa menjadi media untuk melaporkan sejumlah kasus korupsi.

Dikatakannya, aplikasi diberi nama sesuai lembaga yang dituju. Untuk rumah sakit ada folder rumah sakit, jaga sekolah untuk sekolah, jaga perizinan untuk masalah perizinan dan sejenisnya.

Dalam waktu dekat, salah satu aplikasi akan mulai dirintis melalui soft launching pada minggu ini.

“Insya Allah, ada yang soft launching pada minggu ini. Ini untuk mengawali. Lewat aplikasi ini, masyarakat bisa menyampaikan laporan,” kata Agus.

KPK membutuhkan masukan dan laporan masyarakat, untuk memberantas kejahatan korupsi atau apa pun yang merugikan negara.

Bagaimanapun, yang lebih paham dan tahu masalah di daerah ialah masyarakat daerah itu sendiri. “KPK buka fasilitas aplikasi pengaduan,” ujarnya.

Lewat aplikasi ini, warga bisa melaporkan sejumlah tindakan korupsi seperti pungutan liar (pungli), dengan tingkat kerugian tidak terbatas.

Meski sementara ini KPK hanya  menindaklanjuti kerugian negara yang mencapai Rp 1 miliar, namun ia mempersilahkan warga menggunakan aplikasi ini untuk melaporkan tindak pidana korupsi yang nominalnya di bawah 1 miliar.

“Nanti kita akan bekerjasama dengan kepolisian, kejaksaaan dan lainnya. Bisa lapor masalah apa pun, masalah sekolah, penyelewengan dana desa dan lainnya. Hanya saja, laporan yang akan ditindaklanjuti yang jelas masalahnya dan ada indikasi atau bukti awal bahwa apa yang dilaporkan benar, bukan fitnah atau laporan sumir,” tegas Agus.