Kredit Macet Guru di Sumedang Capai Rp 1,6 M

by -48 views

Kredit Macet Guru di Sumedang Capai Rp 1,6 M

Jatinangorku.com – Jumlah kredit macet yang ada di 81 guru Sumedang di beberapa bank jumlahnya fantastis. Setelah dihitung, jumlahnya mencapai Rp 1,6 miliar.

Jumlah ini memang baru asumsi saja yang dihitung dari rata-rata jumlah kredit dari satu orang guru sekitar Rp 20 juta.

Keterangan ini didapat dari salah satu pegawai bank pengkreditan rakyat di Sumedang yang turut diundang dalam rapat untuk membahas khusus soal kredit macet ini.

“Di saya, kredit rata-rata Rp 20 juta dan ada lebih dari 20 guru,” kata pegawai bank yang tidak mau menyebutkan nama dan jabatannya di bank tersebut. Pegawai ini juga enggan menyebutkan jumlah kreditnya secara pasti.

Jumlah kredit ini hampir sama di bank lainnya. Seorang guru rata-rata mengajukan kredit sebesar Rp 20 juta.

Menurut Kepala Dinas Pendidikan Sumedang Eem Hendrawan, ada 81 guru yang mengalami kredit macet. Maka didapat angka sekitar Rp 1,6 miliar.

“Jumlah gurunya mencapai 81 orang, tapi jumlah kredit macetnya saya nggak tahu pasti,” kata Eem, Rabu (9/7/2014).

Kredit macet terjadi di beberapa bank, selain Bank BJB. Di bank BJB, kredit guru dibayar dengan cara potong gaji langsung oleh bank sebelum diberikan ke bendahara dinas.

Namun, guru-guru ini mempunyai kredit lain di bank lain dengan jumlah cukup besar. Sayangnya, sisa gaji yang diberikan Bank BJB sudah tak cukup membayar kredit ke bank.

Karenanya, pihak bank lain pun membuat kesepakatan dengan bendahara dinas atau UPTD sekolah dengan menggunakan alokasi gaji di sekolah tersebut sebagai dana talangan membayar seluruh tagihan cicilan.

Hal ini diminta oleh bank untuk menghindari tunggakan. Sementara, guru tinggal membayar cicilan ini ke bendahara.

Hanya saja, cara ini membuat guru yang tak punya kredit kena dampaknya, yakni gajinya tidak terbayarkan.

Kondisi ini, menurut Eem, sangat buruk. Pasalnya, kini banyak guru yang tak lagi mempunyai gaji. Bahkan, gajinya tercatat minus karena banyak dibayarkan untuk kredit. Berbulan-bulan tak punya gaji, guru pun jadi jarang mengajar.

“Ya guru jadi malas mengajar, antara tak punya uang dan juga malu oleh rekan-rekan yang lain,” kata Eem.

Sementara, Asisten Daerah Pembangunan Bidang Ekonomi dan Pembangunan yang memimpin rapat terkait kredit macet ini meminta kepada bank untuk tidak menambahkan bunga pada cicilan yang tidak terbayar pada waktu yang telah ditentukan

Sumber : http://www.inilahkoran.com/