Kurang Sosialisasi, Peserta BPJS Rendah

by -90 views

Kurang Sosialisasi, Peserta BPJS Rendah

Jatinangorku.com – Sejak digulirkan per Januari 2014 atau lima bulan lalu, peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) melalui Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) bidang kesehatan di Kab. Sumedang masih relatif rendah.

Kepala Dinas Kesehatan Kab. Sumedang, Retno Ernawati, S.Sos., M.M., didampingi Bagian Keuangan BPJS Kab. Sumedang, Anang Kusnadi di kantor unit pelaksana teknis daerah (UPTD), Jln. Pangeran Geusan Ulun, Jumat (16/5), mengatakan, berdasarkan data yang ada, tercatat baru 471.592 jiwa yang sudah menjadi peserta BPJS. 

Jumlah kepesertaan BPJS sebanyak itu berasal dari peserta penerima bantuan iuran (PBI) 366.133 jiwa (Jaminan Kesehatan Daerah dan Jaminan Kesehatan Masyarakat), eks Askes (82.053), eks Jamsostek (8.504), TNI-Polri (11.634), dan tingkat partispasi peserta paling rendang dari mandiri (3.268).

Angka kepesertaan itu masih relatif kecil jika dibandingkan de­ngan jumlah penduduk Sumedang yang mencapai 1,2 juta jiwa. “Namun, secara keseluruhan pelaksanaan program BPJS di Sumedang berjalan dengan baik,” katanya.

Kondisi itu terindikasi karena kurangnya informasi yang diterima masyarakat. Oleh sebab itu, perlu usaha keras lagi dalam menyosialisasikan manfaat menjadi peserta BPJS. Misalnya, dengan menjadi peserta BPJS, masyarakat akan mendapat pelayanan kesehatan sesuai yang diinginkan. Artinya, peserta bisa menentukan jenis pelayanan, termasuk lokasinya, baik di puskesmas atau klinik swasta yang sudah MoU dengan BPJS. 

“Rendahnya partisipasi masyarakat bisa disebabkan masih minimnya informasi yang terima. Terutama soal manfaat menjadi peserta BPJS,” ujarnya.

Menyikapi hal itu, pihaknya melalui seluruh puskesmas yang ada, akan membantu petugas BPJS dalam menyosialisasikan program unggulan yang digulirkan pemerintah pusat tersebut.

Disebutkannya Retno, dilihat dari perkembangannya, jumlah peserta yang melakukan akses pelayanan puskesmas terjadi di wilayah Kec. Cimanggung mencapai 37.232 jiwa. Sedangkan yang paling rendah ada di Kec. Surian, yaitu baru berjumlah 4.706 jiwa. 

“Untuk itu, kami akan terus berusaha untuk menyosialisasikan program BPJS kepada masya­rakat. Termasuk dengan lebih meningkatkan mutu pelayanan di seluruh puskesmas yang ada di bawah naungan dinas kesehatan,” tegasnya.

Sumber : http://www.klik-galamedia.com/