Lapas Sumedang Berikan Remisi Kepada 109 Narapidana

by -24 views

Lapas Sumedang Berikan Remisi Kepada 109 Narapidana

Jatinangorku.com – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Sumedang, memberikan remisi umum kepada 109 orang narapidana, bertepatan dengan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-69 tahun 2014.

Dari narapidana sebanyak itu, dua orang diantaranya mendapatkan remisi umum II (bebas langsung), masing-masing mendapatkan remisi umum sebesar 1 bulan dan 3 bulan.

“Para narapidana yang mendapatkan remisi umum ini, mereka yang memenuhi persyaratan administrasi dan substansif,” kata Kepala Lapas Kelas II B Sumedang, Herlin Candrawati usai menghadiri Upacara HUT Kemerdekaan RI yang ke-69 tahun 2014 di Alun-alun Sumedang, Minggu (17/8/2014).

Ia menyebutkan, narapidana 109 orang itu, antara lain yang mendapat remisi umum sebesar 1 bulan sebanyak 59 orang, 2 bulan 33 orang dan 3 bulan 15 orang.

Ditambah, dua orang yang mendapat remisi umum II bebas langsung. “Dua orang narapidana yang mendapat remisi umum bebas langsung semuanya laki-laki, salah satunya terkait kasus pencurian,” ujarnya.

Menurut Herlin, para narapidana yang mendapatkan remisi umum, dinilai memenuhi persyaratan administrasi dan substansif. Untuk kriteria persyaratan administrasi, yakni minimal sudah menjalani masa kurungan 6 bulan, vonis dan berbagai berkasnya dinilai lengkap. Sementara persyaratan substansif yakni terkait prilaku mereka ketika mendapatkan pembinaan petugas Lapas.

“Narapidana yang mendapatkan remisi, mereka yang berkelakuan baik hasil penilaian kami. Mereka diberikan pembinaan kemandirian maupun kepribadian yang menjadi standarisasi layak tidaknya para narapidana diberikan remisi,” tuturnya.

Sementara itu, Upacara HUT Kemerdekaan RI di Kab. Sumedang, di antaranya diisi dengan pemberian penghargaan dari Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kepada 9 orang pejabat dan staf Pemkab Sumedang atas pengabdian dan prestasinya dalam menjalankan tugas.

Pemberian penghargaan itu, berdasarkan surat Keputusan Presiden RI No. 48/TK/tahun 2014 tertanggal 8 Agustus 2014 ditandatangani Presiden SBY.

Kesembilan pejabat dan staf tersebut, di antaranya Kepala Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan (BPMPP) H. Ade Setiawan mendapatkan penghargaan Satyalancana Karya Satya XXX tahun (mengabdi 30 tahun-red).

Selain itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU), Ir Sujatmoko mendapatkan penghargaan Satyalancana Karya Satya XX tahun dan Kepala UPTD Benih Padi dan Palawija, Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura, H. Edy Kusnadi Sudirman mendapatkan Satyalancana Karya Satya X tahun.

Dalam upacara tersebut, Bupati Sumedang H. Ade Irawan bertindak selaku Inspektur Upacara. Detik-detik Proklamasi ditandai penekanan tombol sirene selama 60 detik oleh bupati diiringi tembakan salvo.

Sementara Ketua Sementara DPRD Kab. Sumedang, Dede Suwarman bertugas membacakan naskah Proklamasi. Selain itu, Kapolres Sumedang Yully Kurniawan membaca teks Pancasila dan Ketua Pengadilan Negeri Sumedang Ari Widodo membaca teks UUD 1945.

Adapun selaku Komandan Upacara, yakni Kapten Inf. Apdal dari Yonif 301/ Prabu Kian Santang dan Kepala Disbudparpora, Endah Kusyaman sebagai Perwira Upacara.

Upacara diiringi korps musik Gita Swara Tandang dan penampilan paduan suara oleh Paduan Suara SMAN 1 Sumedang. Pengibaran sangsaka Merah Putih dilakukan Paskibraka Kabupaten Sumedang tahun 2014 yang dikukuhkan Bupati, Jumat (14/8/2014) lalu, ditambah Pasukan 45 dariYonif 301/Prabu Kian Santang.

Dalam amanatnya, Bupati Sumedang H. Ade Irawan mengajak masyarakat untuk mengenang seluruh jasa para pahlawan dan meneruskan perjuangannya,

“Kita semua patut menyampaikan rasa terima kasih dan penghormatan yang setinggi tingginya kepada para pejuang dan pahlawan bangsa. Penghormatan itu dengan cara mempertahankan dan mengisi kemerdekaan dengan tulus dan ihklas,” ujarnya.
Momentum HUT Kemerdekaan RI, menurut dia, harus menjadi sarana penumbuhkembangan kesadaran guna membangun kembali semangat dan nilai-nilai perjuangan.
Hal itu dengan mengedepankan persatuan dan kesatuan sebagai kunci kesuksesan perjuangan di masa perjuangan dulu yang sangat relevan diterapkan saat ini. Hal itu sesuai tema “Dengan Semangat Proklamasi 17 Agustus 1945, Kita Dukung Suksesi Kepemimpinan Nasional Hasil Pemilu 2014 Demi Kelanjutan Pembangunan Menuju Indonesia Yang Makin Maju dan Sejahtera”.

“Kemandirian, daya saing, dan peradaban masyarakat perlu diperkuat dengan upaya memperkokoh persatuan dan kesatuan, yaitu dengan mempererat tali silaturahmi antar sesama masyarakat. Hal itu, sejalan dengan pribahasa sunda sareundeuk saigel, sobobot sapihanean sabata sarimbangan. Artinya, dalam kondisi apapun, persatuan harus tetap dijaga dan dijunjung tinggi,” kata Ade Irawan

Sumber : http://www.pikiran-rakyat.com/