Lika-Liku Kehidupan Bisnis Calo Indekos di Jatinangor

by
Lika-Liku Kehidupan Bisnis Calo Indekos di Jatinangor
Lika-Liku Kehidupan Bisnis Calo Indekos di Jatinangor

Lika-Liku Kehidupan Bisnis Calo Indekos di Jatinangor Istilah kost atau indekos tampaknya sudah menjadi hal yang mendarah daging di kehidupan para mahasiswa perantau. Bak rumah kedua, Indekos pun menjadi tempat bernaung mahasiswa untuk mengistirahatkan raga dan pikirannya sejenak dari hiruk-pikuk kampus yang menjemukkan. Saat ini, petualangan mencari kamar Indekos tak lagi harus dilakukan mahasiswa dengan bersusah payah berburu mencari bangunan satu per satu.

Cukup datang ke kota tujuan dan bertanya ke warga sekitar, sosok perantara Indekos yang biasa kita kenal sebagai “calo” akan datang dan senang hati mengantar mahasiswa ke bangunan indekos tersebut.

Lika-Liku Kehidupan Bisnis Calo Indekos di Jatinangor

“Waktu itu aku pergi ke daerah Ciseke untuk mencari indekos dan diarahkan langsung oleh tukang ojek (calo) ke kost-an tersebut,” ungkap Vina Destya, mahasiswa Jurnalistik Universitas Padjajaran (Unpad) sambil mengigat kembali kejadian di tahun pertama dirinya berkuliah tersebut. Pengalaman yang dialami Vina merupakan satu dari banyak pengalaman lainnnya yang menimpa mahasiswa baru saat akan mencari kamar indekos.

Penerimaan mahasiswa baru di suatu kampus dirasa menjadi fenomena musiman yang kerap dijadikan ladang bisnis sukses bagi para calo. Ketika musim mahasiswa baru (maba) tiba, para calo akan berada di barisan terdepan dalam menawarkan indekos pada mahasiswa. Bisnis Calo yang mereka jalankan sesungguhnya bukan hal asing lagi di telinga para “mahasiswa Jatinangor”. Bisnis tersebut sudah hidup dan mengakar di Jatinangor sejak lama.

Saking lamanya, bisnis tersebut bahkan sudah ada saat Jatinangor belum “berubah” menjadi kawasan perkotaan yang dihuni banyak bangunan indekos. “Bisnis calo sudah ada sejak lama, bahkan sejak zaman saya kuliah dulu,” ujar Basith Patria, yang sempat menghabiskan waktunya berkuliah di Jatinangor 12 tahun lalu.

Salah satu juru parkir Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom) Unpad yang sering dipanggil mahasiswa sebagai Babeh, mengakui keterlibatan dirinya dalam bisnis tersebut. Sebagai calo yang telah menggeluti bisnis ini selama 20 tahun, biasanya ia menjalankan bisnis tersebut saat musim mahasiswa baru tiba.

Jika tidak, biasanya bisnis tersebut akan terhenti sementara dan ia hanya akan mendapatkan penghasilan dari pekerjaannya sebagai juru parkir saja. “Perbedaan ekonominya (pendapatan) jauh banget,” seru Babeh. Ia kemudian melanjutkan cerita dan pengalamannya.

Saat itu, ia pernah menawarkan indekos pada 5 mahasiswa pada hari yang sama. Jika transaksi berhasil, maka bukan tak mungkin dalam sehari tersebut ia bisa mendapatkan tambahan pundi-pundi uang sebanyak dua juta rupiah. Jika bukan musim mahasiswa baru, tentunya pendapatan sebanyak itu tak akan didapatkannya dalam sehari bekerja.

=====

Artikel Lika-Liku Kehidupan Bisnis Calo Indekos di Jatinangor ini telah tayang sebelumnya di  ayobandung

Baca juga: Jatinangor dan Empat Rahasia Besar