Lima Ilmuwan ITB Sabet Anugerah Invovasi Jabar 2013 Ciptakan Minyak Nilam

by -72 views

Lima Ilmuwan ITB Sabet Anugerah Invovasi Jabar 2013 Ciptakan Minyak Nilam

Jatinangorku.com – RAGI atau jamur rhizopus ternyata tidak hanya digunakan untuk membuat peuyeum atau tape dan tempe, tapi bisa juga untuk memproduksi minyak nilam. Inilah salah satu inovasi yang diciptakan lima orang alumnus Institut Teknologi Bandung (ITB). Kelimanya yaitu Nuryati (72), Ahmad Dimyati (59), Yani Hidayani (47), Agung Purnama (48), dan Herdi Waluyo (59). 

Atas inovasinya itu, mereka mendapat penghargaan Anugerah Inovasi Jawa Barat 2013. Penghargaan kategori kelompok dalam bidang infrastruktur lingkungan hidup ini diserahkan Gubernur Jabar pada HUT ke-68 Provinsi Jabar pada 19 Agustus.

“Kami ingin mengembangkan kembali industri minyak nilam di Jabar. Kami berharap Jabar bisa menjadi penghasil minyak nilam terbesar. Dan kami juga ingin merangkul petani nilam di Jabar,” kata Agung belum lama ini. 

Minyak nilam merupakan bahan dasar untuk pembuatan produk kosmetik, olahan makanan, dan parfum. Rata-rata minyak nilam yang dihasilkan dari pohon nilam ini di seluruh dunia digunakan untuk bahan campuran minyak wangi. Pohon nilam ini hanya bisa tumbuh di daerah tropis seperti Indonesia. 

Butuh pengorbanan

Ide awal inovasi ini, berawal dari Nuryati. Wanita berkerudung ini ahli mikrobiologi. “Ide ini juga berawal dari dosen pembimbing S2. Saat itu beliau mengatakan minyak nilam bisa dihasilkan dengan menggunakan ragi. Besoknya saya mencobanya, ternyata memang benar. Sekitar 4 tahun lalu, Agung dan Yani datang pada saya untuk mengembangkan nilam ini setelah menemukan penemuan saya di internet,” ungkap Nuryati. 

Agung menambahkan, inovasi produksi minyak nilam ini tidak langsung jadi. Butuh pengorbanan dan perjuangan selama 4 tahun untuk menjadikan semuanya sempurna. Kelimanya memiliki tugas sesuai keilmuannya dalam mengembangkan karya ini. 

“Utamanya dalam peggunaan bejana. Bejana yang terakhir ini versi ketiga. Artinya terus disempurnakan. Bejana terbakar pun sempat kami alami. Makanya terus kami teliti dan sempurnakan hingga sesempurna yang sekarang,” ujar Agung yang diiyakan Yani, istrinya.

Sumber : http://klik-galamedia.com