Lokasi Jalur Kereta Cepat Rawan Longsor

by -38 views
Jatinangorku.com – Dinas Energi, Sumber Daya dan Mineral (ESDM) Kabupaten Purwakarta melansir, di beberapa desa yang akan dilintasi jalur kereta cepat Bandung-Jakarta merupakan daerah rawan longsor yang memiliki kerentanan gerakan tanah cukup tinggi (zona merah).
 
Kepala Dinas ESDM, Akun Kurniadi mengatakan, dari 192 desa/kelurahan yang ada di wilayah kerjanya, 18 desa di antaranya merupakan daerah rawan bencana akibat pergerakan tanah dengan kerentanan cukup tinggi.
Salah satunya, wilayah yang akan dilintasi jalur kereta cepat. Yakni, desa yang ada di Kecamatan Sukatani.
 
“Kami sudah menginformasikan hal tersebut kepada tim proyek PT Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC), jika jalur yang akan dilalui kereta cepat itu melintasi beberapa lokasi yang wilayahnya masuk zona merah pergerakan tanah,” ujar Akun, Jumat (4/3/2016).
 
Menurut kajian jajarannya, kata Akun, kontur tanah di lokasi yang menjadi jalur lintasan itu terdiri dari tanah lempung. Sehingga sangat berpotensi terjadi longsor. Selain itu, kondisi ini diperparah dengan adanya aktivitas pertambangan batu yang menggunakan bahan peledak yang getaran akibat ledakannya dapat menimbulkan pergeseran tanah.
 
“Hal itu juga yang menjadi salah satu pemicu daerah ini rentan terhadap gerakan tanah,” jelas dia.
 
Akun menambahkan, di Purwakarta terdapat tiga jenis zona gerakan tanah. Yakni, zona biru kerentanan gerakan tanah rendah, Zona Kuning kerentanan gerakan tanah sedang, serta Zona Merah kerentanan gerakan tanah tinggi. Yang paling diwaspadai adalah zona merah dan kuning.
 
Jajarannya, sebut dia, telah menetapkan 18 desa yang tersebar di beberapa kecamatan merupakan wilayah yang masuk zona merah rawan pergerakan tanah. Di antaranya Kecamatan Sukatani, Jatiluhur dan Pondok Salam.
 
“Untuk wilayah di Kecamatan Sukatani, sebagian berada di lokasi yang akan dilintasi jalur kereta cepat,” tambah dia.
 
Dia menambahkan, sebagian wilayah yang rawan longsor ini berada di wilayah perbukitan dengan kontur tanahnya jenis lempung. Saat diguyur hujan, tanah tersebut bisa menjadi medan luncur.
 
Sementara itu, Kepala Tim Proyek KCIC, Yusrizal mengatakan, pihaknya sangat berterima kasih atas informasi dari Dinas ESDM Purwakarta ini. Menurutnya, masukan ini akan menjadi bahan kajian jajarannya sebelum pengerjan proyek kereta cepat dimulai.
 
“Bahan masukan ini akan menjadi kajian kami,” ujar Yusrizal.
 
Dia menambahkan, pihaknya pun telah merekomendasikan penutupan areal tambang batu, terutama di Gunung Sembung yang lokasinya berada di Kecamatan Sukatani. Berdasarkan kajian jajarannya, jika aktivitas penambangan di lokasi itu terus berlangsung, dikhawatirkan akan menggangu proses pengerjaan pembangunan dan pengoperasian kereta cepat.
 
“Kami sudah sampaikan rekomendasi hal ini ke pihak Pemkab Purwakarta,” pungkasnya