Mahasiswa Papua Ontrog Kampus IPDN

by -20 views

Mahasiswa Papua Ontrog Kampus IPDN

Jatinangorku.com – Puluhan mahasiswa asal Papua yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Setanah Papua (Imasepa) Jawa Barat, mendatangi kampus IPDN Jatinangor, Kab. Sumedang, Rabu (18/9) siang. Mereka datang untuk mendesak Kemendagri agar rekrutmen praja IPDN bebas korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).

Tidak hanya itu, para pendemo pun berharap agar Pemkab Papua tak mengirimkan calon praja IPDN yang teryata bukan asli warga dari kabupaten/kota di Papua.

Berdasarkan pantauan di lapangan, aksi damai tersebut menda-patkan pengawalan ketat dari Polsek Jatinangor, Polres Sumedang, dan petugas keamanan kampus IPDN. M. Said Furu selaku koordinator aksi, di sela-sela aksi kepada wartawan mengatakan, setiap proses rekrutmen calon praja IPDN justru dinilai selalu ada kejanggalan.

“Salah satunya, banyak yang menjadi praja IPDN yang diketahui ternyata bukan asli warga Papua karena mengatasnamakan orang Papua,” katanya seraya menambahkan, mereka tak mau jika rekrutan calon praja IPDN itu diikuti warga non-Papua. Tidak hanya itu, pihaknya pun berharap biaya seleksi masuk ke IPDN tak mahal.

Segala bentuk tuntutan dan aspirasi mahasiswa asal Papua itu diharapkan disampaikan dan didengarkan langsung oleh pihak pengelola IPDN yang selanjutnya disampaikan kepada Kemendagri dan Pemda Papua.

Sementara itu, Kepala Biro Adm Akademik Perencanaan dan Kerja Sama IPDN Jatinangor, Arief M. Edie membantah semua pernyataan yang dilontarkan mahasiswa asal Papua itu. “Salah alamat, karena untuk masalah rekrutmen justru dilakukan di daerah masing-masing semua calon praja IPDN melalui Badan Kepegawaian Daerah (BKD),” katanya.

Menurutnya, tidak benar jika rekrutmen praja tidak sesuai aturan. Karena, rekrutmen justru dilakukan Kemendagri melalui tim khusus. Sehingga, mustahil di kampus IPDN ada praktik KKN karena di sana merupakan lembaga pendidikan khusus tempat menggodok mahasiswa para calon aparatur pemerintahan.

Rektor IPDN Jatinangor, Suhajar Diantoro pun terpantau sejenak menghampiri kerumunan para pengunjuk rasa itu. Sembari menuju mobil dinasnya yang pada saat itu ia berencana menuju Manado, Suhajar mengaku sangat menghargai semua aspirasi para mahasiswa asal Papua tersebut.

“Mereka tetap kita terima, namun perlu diketahui bahwa sebenarnya untuk tes dan pengumuman calon praja IPDN itu sudah ada. Praja IPDN itu berasal dari semua provinsi di Indonesia, bahkan sebagian besar mahasiswanya justru dari Papua,” katanya.

Sumber : http://klik-galamedia.com/